NewsTicker

Boeing Menangkan Kontrak Pengiriman Ratusan Rudal Jelajah ke Saudi

Boeing Menangkan Kontrak Pengiriman Ratusan Rudal Jelajah ke Saudi Rudal Jelajah Amerika

Arab Saudi – Raksasa pembuat pesawat Amerika, Boeing, telah mengamankan dua kontrak militer untuk menyediakan ratusan rudal jelajah ke Arab Saudi, sekutu AS yang memimpin perang brutal terhadap negara tetangganya yang miskin, Yaman.

Departemen Pertahanan Amerika Serikat mengumumkan dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu (13/05) bahwa Boeing telah memenangkan dua kontrak senilai total lebih dari 2,6 miliar dolar AS untuk pengiriman lebih dari 1.000 rudal udara-ke-permukaan dan rudal anti-kapal ke Arab Saudi.

Baca Juga:

Kontrak pertama adalah untuk modernisasi rudal jelajah SLAM-ER serta pengiriman 650 rudal baru “untuk mendukung pemerintah Arab Saudi,” kata Pentagon.

Yang kedua dikatakan sebagai kontrak 650 juta dolar untuk pengiriman 467 rudal anti-kapal Harpoon Block II baru ke kerajaan Arab, Brasil, Qatar, dan Thailand.

Pentagon mengatakan pengiriman akan selesai pada 2028.

Dalam pernyataan terpisah, Boeing mengumumkan bahwa kontrak baru akan memastikan kelanjutan program Harpoon hingga 2026 dan memulai kembali jalur produksi SLAM-ER.

Pemerintah AS berulang kali menggembar-gemborkan Arab Saudi sebagai mitra regional yang penting. Perang Saudi di Yaman, yang telah menewaskan dan melukai ratusan ribu orang dan menyebabkan kondisi kelaparan di negara miskin itu, telah banyak mendapat kecaman internasional.

Baca Juga:

Arab Saudi dan sejumlah sekutu regionalnya melancarkan perang menghancurkan ke Yaman pada Maret 2015 untuk menundukkan pemberontakan rakyat terhadap bekas rezim di negara itu, yang telah bersekutu dengan Riyadh.

Proyek Data Lokasi dan Peristiwa Konflik Bersenjata yang bermarkas di AS (ACLED), sebuah organisasi penelitian konflik nirlaba, memperkirakan bahwa perang telah merenggut lebih dari 100.000 jiwa selama lima tahun terakhir.

Arab Saudi dan Uni Emirat Arab telah membeli senjata bernilai miliaran dolar dari Amerika Serikat, Prancis, dan Inggris dalam perang mereka melawan Yaman. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: