NewsTicker

Geir Pedersen: Pemindahan Teroris dari Suriah ke Libya “Sangat Menjengkelkan”

Geir Pedersen: Pemindahan Teroris dari Suriah ke Libya Geir Pedersen

Suriah  Utusan PBB untuk Suriah, Geir Pedersen, mengatakan bahwa memindahkan para teroris dari Suriah ke Libya oleh Turki, “sangat menjengkelkan”.

Sumber-sumber informasi yang tak mau disebutkan namanya mengatakan kepada kantor berita resmi Suriah, SANA, bahwa ribuan proxy Turki, yang telah dituduh melakukan kejahatan perang dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Suriah, telah ditranfer ke negara Afrika Utara itu untuk membantu Perdana Menteri Libya Fayez al-Sarraj dalam menghadapi kampanye berbulan-bulan oleh saingannya, komandan militer pemberontak Khalifa Haftar.

Baca Juga:

Sumber itu juga menambahkan bahwa pasukan Turki terus merekrut gerilyawan Takfiri di kota Afrin yang berpenduduk Kurdi dan daerah-daerah lain di Suriah utara untuk mengirim mereka ke Libya.

Surat kabar harian Inggris The Guardian melaporkan bahwa ribuan militan dari milisi dukungan Turki di Suriah sudah berada di Libya.

Utusan PBB untuk Suriah, Geir Pedersen, di sela-sela pengumuman tentang perundingan pemerintah Suriah dan oposisi, menyatakan kepada pers bahwa tindakan Turki di Libya “sangat menjengkelkan” dan mengganggu upaya perdamaian di negara Afrika Utara itu.

Baca Juga:

Mengenai penyelesaian politik di Suriah, utusan PBB mengisyaratkan bahwa pemerintah dan oposisi sepakat untuk bertemu di Jenewa, untuk melanjutkan pertemuan Komite Konstitusi segera setelah kondisi mengizinkan dan situasi akibat wabah corona membaik, dengan mengatakan, “Pihak-pihak yang bertikai di Suriah telah sepakat untuk bertemu di Jenewa untuk melakukan perundingan tentang konstitusi,” dan kemungkinan bahwa “kesunyian dari pertempuran adalah kesempatan untuk mulai menyembuhkan ketidakpercayaan yang mendalam antara kedua pihak”.

Pedersen menambahkan, “Mereka sepakat untuk datang ke Jenewa segera setelah situasi wabah mengizinkan ini, dan mereka sepakat untuk agenda pertemuan berikutnya.” Dia tidak menyebutkan tanggal tertentu, yang menunjukkan pada saat yang sama bahwa pertemuan virtual Komite Konstitusi tidak mungkin dilakukan. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: