NewsTicker

Saudi Usir Para Pejabat Mantan Presiden Yaman “Hadi” dari Riyadh

Saudi Usir Para Pejabat Mantan Presiden Yaman “Hadi” dari Riyadh Mohammed bin Salman

Arab Saudi – Portal Berita Arab, Middle East Eye pada Hari Jum’at (15/05) melaporkan bahwa Pemerintah Saudi telah meminta para pejabat pemerintah mantan presiden Yaman yang selama ini telah tinggal di ibu kota Riyadh untuk pergi. Saudi juga menangguhkan dukungan keuangan yang diberikan kepada mereka.

Sejak 2015, Arab Saudi telah memimpin koalisi untuk melancarkan agresi ke negara tetangganya Yaman, dengan tujuan mengambil alih kembali kendali pemerintahan dan memberikannya kepada mantan Presiden yang melarikan diri ke Riyadh tersebut, dan menghancurkan gerakan Ansharullah.

Baca Juga:

Sejak berlangsungnya Agresi, sebagian besar anggota pemerintahan Hadi yang adalah sekutu dekat Arab Saudi telah tinggal di kota-kota Riyadh dan Jeddah, dengan biaya pemerintah Saudi.

Seorang pejabat pemerintah, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan kepada Arabi21 bahwa pemerintah Saudi telah memberi tahu para pejabat dan karyawan di kepresidenan dan kantor perdana menteri, selain sejumlah kementerian Yaman, tentang keputusan baru ini.

Sumber yang sama juga menambahkan bahwa “tidak semua pejabat dan karyawan Yaman ditampung atas biaya pemerintah Saudi”, menekankan bahwa “sebagian besar staf pemerintah hidup dengan biaya mereka sendiri”.

Baca Juga:

Mengenai siapa saja diantara para pejabat Hadi yang telah diberitahukan untuk meninggalkan Arab Saudi dan diberhentikan dari dukungan keuangan, serta apa saja jabatan mereka, sumber itu menjelaskan bahwa keputusan itu menargetkan para pejabat di kepresidenan dan kabinet, termasuk wakil menteri, di samping yang lain yang telah tiba di kerajaan sebelumnya dan di-jamu di hotel untuk waktu yang singkat sebelum dipindahkan ke apartemen atas biaya pemerintah Saudi.

Sebuah dokumen yang beredar di platform media sosial menunjukkan bahwa pejabat dan karyawan Yaman yang tinggal di Riyadh telah diberitahu bahwa pembayaran terakhir yang diberikan oleh negara akan diberikan pada akhir Mei.

Menurut dokumen yang dikeluarkan pada 13 Mei, siapa pun yang ingin tinggal atau memperpanjang tempat tinggal mereka di Riyadh setelah 31 Mei akan membayar dengan biaya sendiri. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: