NewsTicker

Upaya UEA Kuasai Pulau Socotra dan Mimpi Amerika

Yaman – Lokasi strategis Pulau Socotra Yaman dan keberadaannya di koridor maritim internasional yang menghubungkan Samudra Hindia dan negara-negara Asia Timur dengan seluruh benua menjadikannya salah satu situs paling penting di dunia dari sudut pandang militer hingga menarik minat banyak kekuatan. Di antara kekuatan-kekuatan ini adalah Amerika Serikat yang berusaha untuk mendirikan pangkalan militer di pulau itu.

Menurut analisis yang dimuat kantor berita Al-Masirah pada Kamis (14/05) Kepemilikan Amerika atas pangkalan militer di Socotra akan memungkinkannya mengendalikan empat jalur perairan paling penting di dunia, yaitu Selat Hormuz, Selat Bab al-Mandab, Terusan Suez dan Selat Malaka antara Indonesia dan Malaysia. Pangkalan ini juga dapat mengarahkan serangan melalui udara atau rudal ke negara-negara Iran, Afghanistan, Pakistan, Irak dan Tanduk Afrika.

Pengamat percaya bahwa langkah Emirat di Pulau Socotra hanya bagian dari rencana militer Amerika yang bertujuan mengendalikan rute laut strategis dan jalur perairan Laut Merah, Teluk Aden dan Samudra Hindia sebagai bagian dari konfliknya dengan negara-negara besar, termasuk Rusia dan China.

Baca: Milisi Bayaran Saudi Ambil Alih Kamp Militer UEA di Socotra Yaman

AS berupaya untuk melakukan militerisasi rute laut utama yang terhubung dengan Bab al-Mandab, oleh karena itu pihaknya berupaya untuk memiliki pangkalan militer di Pulau Socotra yang akan digunakan untuk memantau pergerakan kapal, termasuk kapal perang di Teluk Aden, Samudra Hindia dan Bab al-Mandab, jalur laut utama yang menghubungkan Timur Tengah dan Asia Timur dan Afrika dengan Eropa dan Amerika.

Baca: Peneliti Oxford: UEA Duduki Pulau Socotra di Yaman

Menurut pengamat, apa yang dilakukan UEA saat ini di Pulau Socotra dan upayanya untuk mengambil kendali penuh atas pulau itu mungkin telah terjadi dengan lampu hijau Amerika setelah membahas masalah tersebut dengan Arab Saudi, untuk meninggalkan “pemerintah Hadi” dan Partai Islah mengenai pulau itu, dan menyelesaikan masalah dengan menyerahkan pulau itu ke Emirat. Dimana Emirat, pada gilirannya, akan menyerahkannya kepada Amerika untuk akhirnya mendirikan pangkalan militer. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: