Headline News

Polisi Israel Pembunuh Pria Palestina Penderita Autis Hanya Dipenjara Sehari

Israel – Dua pasukan Israel, yang menembak mati seorang pria Palestina yang sakit mental di wilayah pendudukan Yerusalem al-Quds, telah dibebaskan.

Eyad al-Hallaq, seorang warga Palestina berusia 32 tahun dengan kebutuhan khusus, ditembak mati oleh dua pasukan Israel di sekitar Gerbang al-Asbat, pintu masuk utama ke kompleks Masjid al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem pada hari Sabtu lalu.

Pasukan Israel mengklaim dalam sebuah pernyataan setelah pembunuhan bahwa warga Palestina itu diduga “memegang benda mencurigakan yang tampaknya merupakan senjata.”

Pada saat kejadian, Hallaq sedang dalam perjalanan ke lembaga pendidikan kebutuhan khusus, di mana ia belajar.

Baca: Kepala Intelijen Israel Kunjungi Mesir Bicarakan Aneksasi Tepi Barat

Ketika pasukan Israel memerintahkannya untuk berhenti mendekat, ia tidak memahami perintah itu dan melarikan diri dalam ketakutan. Pasukan Israel kemudian menembakinya secara brutal. Ia dilaporkan ditembak sebanyak delapan hingga sepuluh kali.

Pusat Informasi Palestina melaporkan bahwa pada hari Minggu (31/05), dua pasukan Israel, yang terlibat langsung dalam pembunuhan Hallaq, dibebaskan setelah menghabiskan satu malam di tahanan.

Otoritas Palestina yang bermarkas di Tepi Barat, gerakan perlawanan Hamas Palestina yang berbasis di Gaza, dan banyak organisasi HAM mengecam keras pembunuhan tragis Hallaq, menyerukan penyelidikan internasional atas kejahatan Israel terhadap warga Palestina, terutama pembunuhan di luar proses hukum.

Baca: Analis: AS Harus Bertanggung-jawab atas Genosida Israel terhadap Bangsa Palestina

Penembakan itu terjadi sehari setelah pasukan Israel membunuh seorang ayah Palestina dari lima anak, yang diidentifikasi sebagai Fadi Adnan Sarhan Samara, 37, atas serangan yang diduga menabrak mobil di dekat desa Nabi Saleh, barat laut kota Ramallah di Tepi Barat.

Militer Israel berkali-kali dengan seenaknya menembaki orang-orang Palestina, secara gampang mengklaim bahwa mereka menimbulkan ancaman bagi pasukan rezim.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia telah berulang kali mengkritik Tel Aviv karena kebijakan tembak-menembaknya dimana sejumlah besar warga Palestina yang tewas di lokasi serangan ternyata tidak menimbulkan ancaman serius bagi Israel.

Pasukan Israel pada berbagai kesempatan tertangkap kamera membunuh warga Palestina, memicu kecaman internasional. (ARN)

Comments
Arrahmahnews AKTUAL, TAJAM DAN TERPERCAYA

Facebook

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 2.782 pelanggan lain

Pengunjung

  • 52.008.323 hit

Copyright © 2020 Arrahmahnews.com All Right Reserved.

To Top
%d blogger menyukai ini: