Pemimipin Hamas Serukan Negara-negara Muslim Fokus Perjuangkan Palestina

Pemimipin Hamas Serukan Negara-negara Muslim Fokus Perjuangkan Palestina
Pemimpin Hamas, Palestina

Palestina – Kepala biro politik gerakan perlawanan Hamas meminta negara-negara Muslim untuk berupaya mengurangi ketegangan di kawasan Timur Tengah, dan fokus pada masalah Palestina dan masalah pendudukan Yerusalem al-Quds, menyerukan strategi nasional yang koheren dalam menghadapi bahaya dan tantangan yang mengancam perjuangan Palestina.

“Komponen pertama dari strategi semacam itu adalah konsensus pada rencana nasional di luar Kesepakatan Oslo (yang ditandatangani antara rezim Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina), dan untuk mengakhiri semua perjanjian di samping lampiran keamanan dan ekonomi yang relevan,” ujar Ismail Haniyeh pada konferensi virtual pada kesempatan Hari Naksa (Kemunduran), yang diperingati setiap tahun pada 5 Juni dan menandai pemindahan orang-orang Palestina setelah Israel menang dalam Perang Enam Hari 1967.

Baca Juga:

“Elemen kedua adalah mengupayakan peluncuran kampanye perlawanan komprehensif terhadap Pendudukan Zionis (Israel) melalui media populer, media, politik dan ekonomi, dan perjuangan bersenjata khususnya,” katanya menambahkan.

Haniyeh menekankan bahwa komponen ketiga adalah merestrukturisasi PLO dan memasukkan semua faksi Palestina di dalamnya, sementara yang keempat ditujukan pada pembentukan blok regional yang melindungi masalah Palestina.

Pejabat tinggi Hamas itu melanjutkan dengan mengatakan bahwa Palestina dan Yordania mempunyai  tiga tantangan yang sama.

Ketiga tantangan tersebut yang pertama adalah kesudahan Hari Nakba (Hari Bencana), yang diperingati pada 15 Mei setiap tahun dan menandai pengusiran ratusan ribu orang-orang Palestina dari tanah air mereka ketika rezim Israel diciptakan pada tahun 1948, dan kemudian Hari Naksa. Sementara tantangan kedua adalah ancaman strategis. Bahaya umum ketiga adalah apa yang disebut rencana Timur Tengah Presiden AS Donald Trump, yang sangat berpihak pada Israel.

Baca Juga:

Haniyeh menekankan bahwa rencana ini telah ditolak oleh pihak Palestina, begitu pula rencana rezim Tel Aviv untuk mencaplok sebagian besar wilayah pendudukan Tepi Barat.

Pemimpin Hamas itu dalam kesimpulan sambutannya meminta negara-negara Muslim untuk berupaya mengurangi ketegangan di kawasan Timur Tengah, dan fokus pada masalah Palestina dan masalah pendudukan Yerusalem al-Quds. (ARN)

About Arrahmahnews 26699 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.