Internasional

Agen CIA yang Dihukum Mati Iran Tak Terkait Pembunuhan Soleimani

Agen CIA yang Dihukum Mati Iran Tak Terkait Pembunuhan Soleimani

Iran – Pengadilan Iran mengatakan bahwa pria yang dijatuhi hukuman mati karena menjalankan misi spionase untuk CIA dan Mossad tentang keberadaan Jenderal Qassem Soleimani, telah ditangkap empat bulan sebelum pembunuhan AS terhadap jenderal top Iran itu di Irak, menepis rumor beredar yang menyebut bahwa agen ini terkait langsung dengan pembunuhan Jenderal Top Iran tersebut.

Kantor pers Kehakiman Iran mengumumkan bahwa kasus Mahmoud Mousavi Majd, mata-mata yang dihukum karena memiliki koneksi dengan ‌Badan Intelijen Pusat AS (CIA) dan layanan spionase Israel Mossad, tidak ada hubungannya dengan pembunuhan Amerika terhadap Jenderal Soleimani di Baghdad pada awal Januari lalu.

Baca Juga:

“Mousavi Majd telah ditangkap beberapa bulan sebelum syahidnya Jenderal Soleimani dan pengadilan telah mengeluarkan putusan awal tentang kasusnya pada 25 Agustus 2019,” bunyi pernyataan Pengadilan sebagaimana dikutip Tasnim, Rabu (10/06), mencatat bahwa mata-mata itu tidak pernah dibebaskan dari tahanan sejak penangkapan, yang berarti bahwa ia berada dalam penjara saat pembunuhan itu terjadi.

“Semua prosedur peradilan seputar kasus mata-mata tersebut telah dilakukan sebelum gugurnya syahid Jenderal Soleimani dan, oleh karena itu, kasusnya tidak terkait dengan pembunuhan AS terhadap komandan Pasukan Quds IRGC,” jelas pengadilan lebih lanjut.

Sebelumnya, berbagai media memberitakan bahwa agen CIA-Mossad yang dijatuhi hukuman mati ini adalah orang yang membocorkan informasi mengenai keberadaan Jenderal Soleimani di Irak, yang menyebabkan pembunuhannya pada 3 Januari lalu di dekat Bandara Internasional Baghdad.

Dalam konferensi pers pada hari Selasa, Juru Bicara Kehakiman Gholam Hossein Esmaeili mengatakan bahwa Mousavi Majd telah mengumpulkan informasi intelijen untuk CIA dan Mossad di bidang keamanan Iran dan Angkatan Bersenjata, termasuk pada Pasukan Quds IRGC dan tentang keberadaan Jenderal Soleimani.

Baca Juga:

Ia mengatakan bahwa Pengadilan Revolusi telah menjatuhkan hukuman mati bagi mata-mata tersebut, dan putusan itu telah dikuatkan oleh pengadilan lain tempat banding diajukan, menambahkan bahwa terpidana akan segera dieksekusi.

Jenderal Soleimani, Abu Mahdi al-Muhandis, yang adalah wakil kepala Hashd al-Sha’abi (PMU) Irak, dan sejumlah rombongan mereka tewas dalam serangan oleh pesawat tanpa awak Amerika di dekat Bandara Internasional Baghdad pada 3 Januari.

Gedung Putih dan Pentagon mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan Jenderal Soleimani di Irak, dengan mengatakan serangan itu dilakukan atas arahan Presiden AS Donald Trump.

Pada dini hari 8 Januari, Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) menargetkan pangkalan udara AS Ain al-Assad sebagai balasan atas tindakan AS. (ARN)

Comments
Arrahmahnews AKTUAL, TAJAM DAN TERPERCAYA

Facebook

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 2.769 pelanggan lain

Pengunjung

  • 51.957.430 hit

Copyright © 2020 Arrahmahnews.com All Right Reserved.

To Top
%d blogger menyukai ini: