Amerika

Gedung Putih Tak Sesali Penggunaan Gas Air Mata ke Demonstran Damai

Amerika Serikat – Pemerintah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa “tidak ada penyesalan” tentang keputusan menggunakan gas air mata terhadap demonstran damai yang berada di luar Gedung Putih minggu lalu.

Para demonstran melakukan unjuk rasa di Lapangan Lafayette di luar Gedung Putih melawan kekerasan polisi dan rasisme sistemik yang dipicu oleh pembunuhan seorang pria Afrika-Amerika terborgol, George Floyd, baru-baru ini oleh polisi.

Sekretaris Pers Gedung Putih, Kayleigh McEnany, mengatakan pada Senin malam bahwa baik Presiden Trump maupun siapa pun di dalam pemerintahannya tidak menyesali tindakan polisi terhadap para pengunjuk rasa.

Baca: Ribuan Orang Hadiri Pemakaman George Floyd

“Tidak, tidak ada penyesalan di Gedung Putih tentang hal ini. Dengar, saya tekankan bahwa banyak dari keputusan itu tidak dibuat di sini di dalam Gedung Putih,” kata McEnany.

Ia mengatakan bahwa Jaksa Agung William Barr telah memutuskan untuk menugaskan polisi membubarkan demonstran dari Lafayette Square.

“Saya perhatikan bahwa banyak dari keputusan itu tidak dibuat di sini di dalam Gedung Putih. Barr-lah yang membuat keputusan untuk memindahkan perimeter. Senin malam Polisi Taman juga telah membuat keputusan itu secara independen ketika mereka melihat semua kekerasan di Lafayette Square,” katanya.

McEnany mengklaim polisi mengeluarkan tiga peringatan sebelum menggunakan zat kimia untuk membubarkan pengunjuk rasa dari taman dan bahwa para demonstran melemparkan proyektil ke petugas penegak hukum.

Baca: Dua Crew Reuters Ditembak Peluru Karet Polisi saat Liput Demo Kematian George Floyd

“Itu tidak bisa diterima. Polisi Taman bertindak karena mereka merasa perlu pada saat itu sebagai tanggapan, ”kata McEnany. “Kami mendukung tindakan itu.”

Pada hari itu juga Trump telah mengancam untuk “mendominasi jalan-jalan” dengan mengerahkan pasukan, tepat sebelum polisi melakukan kekerasan terhadap pengunjuk rasa di luar Gedung Putih.

Dan Trump kemudian mengatakan bahwa ia percaya situasinya telah “ditangani dengan sangat baik.”

“Saya pergi ke sana karena seseorang menyarankan itu ide yang bagus, dan saya pikir itu ide yang bagus, dan itu ide yang hebat,” kata Trump, Rabu lalu.

Para pengunjuk rasa diusir keluar dari Lafayette Square dalam kondisi batuk-batuk dan limbung, dengan mata mereka terbakar di tengah awan asap.

Tetapi pemerintahan Trump kemudian bersikeras bahwa polisi federal tidak menggunakan gas air mata pada kerumunan.

“Tidak ada gas air mata yang digunakan, dan tidak ada peluru karet yang digunakan,” kata McEnany kepada wartawan, saat itu.

Trump dilaporkan telah mempertimbangkan untuk mengerahkan 10.000 tentara untuk memadamkan protes di Washington, DC.

Menurut seorang pejabat senior Pentagon, Jaksa Agung Barr, Sekretaris Pertahanan Mark Esper dan Kepala Staf Gabungan Jenderal Mark Milley menentang ide Presiden Trump itu dalam pertemuan di Gedung Putih. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: