NewsTicker

Mantan Diplomat AS: Militer Akan Campakkan Trump pada Pemilihan Mendatang

AMERIKA – Mantan diplomat dan komentator politik AS J Michael Springmann mengungkapkan keyakinannya bahwa militer Amerika sekarang menjadi bagian dari kampanye melawan Presiden Donald Trump untuk mencampakkannya pada pemilihan November mendatang.

Springmann membuat pernyataan dalam wawancara telepon dengan Press TV pada hari Minggu yangl mengomentari pernyataan Trump bahwa Amerika Serikat “mengakhiri era perang tanpa akhir.”

Trump mengatakan kepada lulusan West Point pada hari Sabtu bahwa tugas mereka adalah untuk mempertahankan “kepentingan vital Amerika” dan bukan untuk “perang tanpa akhir” di tanah yang jauh.

Baca:

Dalam pidatonya di Akademi Militer West Point, Trump mengatakan bahwa tugas prajurit Amerika bukanlah membangun kembali negara asing, tetapi “mempertahankan dengan kuat, bangsa kita dari musuh asing.”

“Kami mengakhiri era perang tanpa akhir,” kata Trump. Ini bukan tugas pasukan Amerika “untuk menyelesaikan konflik kuno di negeri-negeri yang jauh yang belum pernah didengar banyak orang,” katanya.

Springmann mengatakan bahwa “pernyataan Trump di West Point tampaknya bertentangan dan menunjukkan sifat idiot dari reaksi seluruh pemerintah Amerika seperti Kongres yang korup, tidak kompeten, tidak sah.”

Trump mengatakan dia akan memindahkan 9500 tentara dari Jerman, kemudian memposisikan pasukan itu di timur di Polandia yang lebih dekat dengan Rusia. Saya tidak melihat ini membawa pulang tentara Amerika dari negara asing untuk membela kepentingan Amerika. Saya tidak tahu apa minat Amerika di Polandia. Kami tidak berperang dengan Polandia. Kami juga tidak berperang dengan Rusia,” tambahnya.

“Meskipun saya pikir banyak dari neokon dan pemerintah Amerika ingin memiliki situasi seperti itu,” katanya.

“Masalahnya tentu saja Trump melanjutkan perang luar negerinya. Selama kampanyenya, empat tahun lalu dia mengatakan bahwa dia menentang perang melawan orang Arab dan Muslim di Timur Tengah dan Asia Selatan. Namun, dia terus berperang, dan dia tidak menarik pasukan. Mereka mengklaim dia melakukannya dari Suriah, tetapi saya belum melihat selain reposisi tentara untuk mengambil alih sumur minyak di Suriah,” katanya.

“Saya percaya bahwa Angkatan Bersenjata AS sekarang menjadi bagian dari kampanye melawan Trump untuk mencampakkannya dalam pemilihan seperti yang diinginkan media massa,” katanya.

BacaPutin: Rusia Atasi Virus Corona Lebih Baik dari AS

“Jadi saya pikir pernyataan Trump di West Point benar-benar tidak proporsional, benar-benar keluar dari karakter, dan sebenarnya tidak memiliki dasar nyata. Dia mengklaim seperti yang saya katakan sebelumnya untuk menarik tentara, tetapi memindahkannya tidak lebih dekat ke Amerika tetapi lebih jauh dari Amerika, yakni  ke Polandia dan lebih dekat ke Rusia untuk menyulut konflik dengan Rusia,” katanya.

“Jadi saya berpikir bahwa jika Trump benar-benar ingin mengakhiri konflik internasional dengan integritas keamanan Amerika Serikat, ia akan membawa tentara kembali dan meninggalkan pangkalan 800, 900 hingga 1000, yang bertebaran di sekitar dunia. Jadi, saya pikir dia harus melakukan sesuatu yang realistis daripada omong kosong,” pungkasnya. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: