Internasional

Netanyahu Umumkan Dimulainya Proyek “Bukit Trump” di Golan

Israel – Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan pengambilan “langkah-langkah praktis” untuk menciptakan apa yang ia sebut pemukiman ‘Bukit Trump’ di Dataran Tinggi Golan, untuk menghormati pengakuan pemerintah Amerika Serikat atas kedaulatan Tel Aviv terhadap wilayah Suriah yang sudah mereka duduki itu. PM Israel itu mengumumkannya di akun Twitter resmi berbahasa Ibrani pada hari Minggu (14/06).

“Hari ini kita akan memulai langkah-langkah praktis untuk membangun pemukiman Ramat Trump (Bukit  Trump) di Dataran Tinggi Golan, karena kedaulatan Israel atas hal itu diakui oleh Presiden Trump,” ujar  Netanyahu.

Baca Juga:

Pengumuman Netanyahu ini dibuat bertepatan dengan ulang tahun ke-74 Trump.

Pemukiman Bukit Trump yang kontroversial ini diumumkan setahun lalu di Golan barat, dimana Tel Aviv membuatnya gerakan simbolis menyusul keputusan Washington untuk mengakui wilayah Suriah sebagai wilayah Israel.

Pemerintahan Israel diperkirakan akan menganggarkan sekitar 8 juta shekel (setara dengan sekitar 2,3 juta dolar) untuk proyek tersebut, dengan 3 juta shekel yang akan dialokasikan oleh Kementerian Perumahan dan Konstruksi, dan sisanya ke Organisasi Zionis Dunia.

Di tempat lain dalam sambutannya, Netanyahu juga berterima kasih kepada pemerintahan Trump atas keputusannya minggu ini untuk menyetujui sanksi terhadap Pengadilan Kriminal Internasional yang membuat penyelidikan atas kemungkinan kejahatan perang AS dan Israel di Afghanistan dan wilayah Palestina.

Baca Juga:

“Pengadilan di Den Haag adalah lembaga politik yang bias yang mengintimidasi Israel, AS, dan negara demokrasi lainnya yang menghormati hak asasi manusia, sementara mengabaikan para pelanggar hak asasi manusia, yang utamanya adalah rezim teroris di Iran,” kata Netanyahu mengekspresikan persetujuan negara Zionis itu.

Israel menduduki sekitar 1.200 kilometer persegi Dataran Tinggi Golan Suriah pada tahun 1967, setelah melancarkan serangan udara pendahuluan terhadap lapangan udara Mesir dan memulai Perang Enam Hari melawan koalisi negara-negara Arab termasuk Mesir, Suriah, dan Yordania. Pada 1981, Tel Aviv secara resmi mencaplok wilayah itu, tetapi keputusan itu tidak diakui oleh Dewan Keamanan PBB, termasuk AS, sekutu Israel.

Pada Desember 1981, Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat mengadopsi resolusi yang menyatakan bahwa langkah Israel untuk mencaplok Dataran Tinggi Golan adalah “batal demi hukum”. Di belakang layar, pemerintah Reagan tidak menekan Israel untuk membatalkan keputusannya, dan pada Januari 1982, Washington dan sekutunya memveto resolusi kedua PBB yang menyerukan kepada masyarakat internasional untuk mengambil tindakan untuk menekan Israel atas tindakan tersebut. (ARN)

Comments
Arrahmahnews AKTUAL, TAJAM DAN TERPERCAYA

Facebook

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 2.769 pelanggan lain

Pengunjung

  • 51.957.338 hit

Copyright © 2020 Arrahmahnews.com All Right Reserved.

To Top
%d blogger menyukai ini: