NewsTicker

Ahli Rusia: Drone Mata-mata Super Canggih AS Ditembak Jatuh Rudal Mistis Iran

Ahli Rusia: Drone Mata-mata Super Canggih AS Ditembak Jatuh Rudal Mistis Iran Rudal Mistis Iran dan Drone MQ-4 Amerika

Tehran – Memperingati satu tahun ditembak jatuhnya drone mata-mata super canggih MQ-4C Triton milik AS, Pasukan Kedirgantaraan Garda Revolusi Iran (IRGC) merilis detil mengenai drone yang ditargetkan itu yang oleh  para ahli militer Rusia dikatakan sebagai hasil kerja “rudal mistis” karena kekaguman mereka.

Menurut Pasukan Udara IRGC, bersamaan dengan penerbangan drone mata-mata MQ-4C Triton milik Angkatan Laut AS dari pangkalan udara al-Dhafrah di UEA, sebuah pesawat patroli maritim Amerika P-8 dan pesawat MQ-9 juga terbang di wilayah itu, sementara pesawat P-8 hanya berjarak 16 kilometer dari drone tersebut, seperti dilansir FNA.

Baca Juga:

Drone Amerika itu terbang menuju Selat Hormuz dan melanggar Laporan Informasi Pertama Iran (FIR) melanjutkan perjalanannya menuju Chabahar. Kemudian setelah belok, ia terdeteksi oleh radar Iran pada jarak 490 kilometer.

Radar tersebut, hasil karya para insinyur dan ahli Iran dari Kementerian Pertahanan, mampu mendeteksi gambar tiga dimensi lebih dari 200 target dalam jarak 500 kilometer secara bersamaan.

Setelah drone itu melanggar FIR Iran, dua sistem pertahanan Iran di dekat Jask dan Kouh-e Mobarak ditugaskan untuk menembak jatuh drone tersebut. Kemudian kedua sistem itu mengunci drone.

Radar pendeteksi mendeteksi target pada ketinggian 12 kilometer, dengan kecepatan 700 k/jam dan jarak 169 kilometer. Sistem rudal Khordad ke-3 mengunci drone pada jarak 120 kilometer dan, setelah persiapan, rudal diluncurkan pada jarak 90 kilometer dan drone itu ditembak 75 kilometer di atas perairan teritorial Iran. Drone terbang di ketinggian 14 kilometer dan meningkatkan ketinggian ketika ditargetkan.

Baca Juga:

Peristiwa penembakan terjadi di hadapan Pesawat P-8 AS dengan awak yang hanya berjarak 17 kilometer dari drone tersebut, begitu pula pesawat MQ-9, yang juga hampir 17 kilometer jauhnya dari drone MQ-4C Triton.

Setelah drone ditembak jatuh, meskipun Amerika mengoceh macam-macam, terutama Presidennya, namun tidak ada reaksi agresif di pihak mereka hingga tiga hari setelahnya. Hanya sejumlah jet tempur dan pembom F-22 yang terbang ke tempat kejadian namun tanpa melakukan langkah militer khusus sebagaimana dilaporkan oleh mereka.

Pakar militer Rusia, setelah drone tersebut ditembak jatuh mengatakan bahwa drone itu ditargetkan oleh “rudal mistis” karena kekaguman mereka atas kemampuan sistem Khodrad Ketiga.

Baca Juga:

Pada tanggal 20 Juni tahun lalu, Angkatan Udara Pasukan Pengawal Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan bahwa mereka menggunakan perisai pertahanan rudal jarak pendek dan menengah ‘Khordad Ketiga ‘ buatan Iran untuk menjatuhkan drone MQ-4C Triton milik Angkatan Laut AS di  ketinggian tinggi di pantai selatan negara itu. IRGC juga merilis video yang menunjukkan jalur penerbangan drone serta saat drone itu dijatuhkan.

Insiden itu menandai serangan langsung pertama Iran pada aset AS dan terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran. Ditembak jatuhnya drone mahal yang diklaim tercanggih oleh AS yang bernilai 220 juta dolar itu juga merupakan peristiwa terbaru dalam serangkaian insiden yang meningkat di Teluk Persia sejak pertengahan Mei, termasuk dugaan serangan terhadap enam kapal tanker oleh AS dituduhkan ke Iran, dimana Teheran membantah terlibat dalam insiden itu. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: