Amerika

Media Amerika: ‘Caesar Act’ adalah Kejahatan AS Berkedok Perlindungan Warga Sipil

Media: ‘Caesar Act’ adalah Kejahatan AS Berkedok Perlindungan Warga Sipil

Amerika Serikat – Situs web “Antiwar” Amerika Serikat menegaskan bahwa bentuk agresi yang dilakukan terhadap negara dan rakyat Suriah oleh AS dan sekutunya mencapai tingkat baru bulan ini dengan sanksi ekstrem yang dikenal sebagai Caesar Act. Sanksi ini akan mengakibatkan ribuan warga sipil menderita.

“Undang-Undang Caesar adalah bentuk kejahatan penipuan yang mengklaim untuk melindungi warga sipil sementara pada kenyataannya (sanksi) itu justru menghukum dan menyakiti warga Suriah yang tinggal di Suriah. Sanksi Ini akan mengakibatkan ribuan warga sipil menderita,” kata situs web itu, menambahkan bahwa warga Suriah selama ini telah menjadi korban delusi kebijakan luar negeri, kemunafikan, sinisme, dan kekejaman Amerika Serikat.

Baca Juga:

Situs web itu mengatakan bahwa Amerika Serikat masih menghalangi akses bantuan kemanusiaan dan bersama-sama dengan Uni Eropa melarang semua bantuan rekonstruksi.

Amerika Serikat, menurut situs web itu, juga merusak dan mendestabilkan mata uang Suriah yang dimana “karena  devaluasi mata uang Suriah, harga banyak barang telah meningkat secara dramatis”.

Kebakaran juga dibuat dengan sengaja di timur laut Suriah yang merupakan lumbung gandum negara itu. Dan sementara AS dan proksi militannya menguasai dan mengambil keuntungan dari ladang-ladang minyak, warga sipil juga harus berjuang dengan kekurangan minyak dan gas yang parah.

Baca Juga:

Situs web menjabarkan bahwa AS memiliki banyak tujuan dengan menerapkan sanksi ini. Salah satu tujuannya adalah untuk mencegah Suriah pulih. Tujuan lain adalah untuk memperpanjang konflik dan menghancurkan negara-negara yang telah membantu Suriah.

Situs web itu juga menekankan bahwa perlu jadi catatan bahwa serangan ekonomi dan lainnya terhadap Suriah telah dipromosikan oleh para penggila perang sayap kanan, terutama para pendukung Israel yang gigih. Eliot Engel, ketua Komite Urusan Luar Negeri Kongres, telah bertahun-tahun mendorong untuk membuat RUU mengenai sanksi berat ini disahkan”.

Berdasarkan undang-undang Caesar Act, pemerintah, perusahaan atau individu yang secara langsung maupun tidak langsung baik di bidang militer atau ekonomi, yang bekerjasama dengan pemerintah Suriah, masuk ke dalam daftar sanksi. Di hari pertama penerapan aturan ini, 24 individu dan lembaga yang membantu pemerintah Suriah merekonstruksi negaranya, dijatuhi sanksi. (ARN)

Comments
Arrahmahnews AKTUAL, TAJAM DAN TERPERCAYA

Facebook

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 2.758 pelanggan lain

Copyright © 2020 Arrahmahnews.com All Right Reserved.

To Top
%d blogger menyukai ini: