NewsTicker

OCHA: Penghancuran Israel atas Bangunan Palestina di Tepi Barat Melonjak 250% dalam 2 Minggu

OCHA: Penghancuran Israel atas Bangunan Palestina di Tepi Barat Melonjak 250% dalam 2 Minggu 2 Warga Palestina diatas Puing Bangunan ruman yang dihancurkan Israel

Palestina Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan bahwa pemerintah Israel telah menghancurkan atau menyita 70 bangunan milik warga Palestina di Tepi Barat hanya dalam kurun waktu 2 minggu, menandai peningkatan 250 persen dalam jumlah bangunan yang dihancurkan oleh Israel di seluruh wilayah pendudukan.

Kantor berita resmi Palestina, WAFA, melaporkan pada hari Sabtu (20/06) bahwa Badan PBB itu dalam laporan dua mingguan yang mencakup periode antara 2 dan 15 Juni, mengumumkan bahwa 61 struktur Palestina yang terkena dampak berlokasi di Area C.

Baca Juga:

Tentara Israel memiliki kendali penuh atas pengelolaan sumber daya, perencanaan dan konstruksi di Area C Tepi Barat, dan secara ketat membatasi pembangunan atau pengembangan oleh warga Palestina hingga tidak sampai satu persen dari wilayah tersebut.

The United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA) says Israeli authorities have either demolished or confiscated 70 Palestinian-owned structures in the West Bank, marking a 250 percent increase in the number of structures targeted across the occupied territories.

The UN body, in its biweekly report that covers the period between June 2 and 15, announced that 61 of the affected Palestinian structures were located in Area C, Palestine’s official WAFA news agency reported on Saturday.

Area C tersebut menyumbang lebih dari 60 persen wilayah pendudukan, dan akan membentuk bagian penting dari negara Palestina di masa depan di bawah apa yang disebut solusi dua negara.

Baca Juga:

OCHA lebih lanjut menyoroti bahwa daerah Masafer Yatta, yang terletak di selatan kota Tepi Barat al-Khalil, adalah di antara daerah yang paling ditargetkan, dimana para pejabat Israel menghancurkan 17 rumah, waduk dan juga struktur terkait mata pencaharian di sana.

Wilayah itu, menurut badan PBB, telah ditunjuk oleh tentara Israel sebagai “zona tembak” untuk pelatihan militer, dan 1.300 penduduk Palestina disana secara serius menghadapi risiko pemindahan paksa. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: