Internasional

Cuitan Arogan Putra Netanyahu: Usir Minoritas dari Tel Aviv

Cuitan Arogan Putra Netanyahu: Usir Minoritas dari Tel Aviv

Israel – Yerusalem Post melaporkan bahwa Putra Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Yair Netanyahu, ingin agar minoritas diusir dari Tel Aviv.

Yair Netanyahu membuat komentar ini di twitternya setelah warga Palestina Yafa mengadakan protes selama akhir pekan lalu atas  rencana Israel untuk membangun pusat tunawisma di tempat yang dulunya adalah Pemakaman Islam Al-Isaaf.

Baca Juga:

Para demonstran berkumpul di kuburan yang terletak di utara kota Yafa itu dalam upaya untuk menghentikan pembongkaran makam-makam. Dewan kota kemudian memanggil polisi agar pembongkaran bisa terus berlangsung. Polisi Israel menembakkan gas air mata dan menggunakan bom suara untuk membubarkan massa.

Sebagai tanggapan, Yair menulis: “Kerusuhan membuktikan bahwa tidak ada peluang untuk hidup berdampingan di Tel Aviv-Jaffa, dan semua minoritas harus meninggalkan kota”.

Anggota dari Koalisi Arab di Parlemen Israel Ofer Cassif, mengecam perdana menteri atas pernyataan keterlaluan Yair. “Apel busuk jatuh tidak jatuh jauh dari pohonnya,” kata Cassif. “Rasis kecil itu belajar kebencian dan ketidaktahuan dari rumah ayahnya. Tidak ada kesempatan untuk hidup berdampingan dengan pembenci seperti mereka, dan mereka harus meninggalkan Israel”.

Baca Juga:

Ini bukan pertama kalinya putra Netanyahu berusia 28 tahun, yang tinggal bersama orang tuanya di kediaman resmi Perdana Menteri, membuat pernyataan kontroversial secara online.

Awal tahun ini, ia mengomentari kembalinya Kristen Eropa yang “bebas dan demokratis”, dengan kata-kata kasar secara online. Sementara tahun lalu ia dikritik setelah menerbitkan beberapa tweet yang menyangkal keberadaan Palestina karena tidak ada “P” dalam bahasa Arab.

Pada tahun 2018, ia diblokir oleh Facebook setelah membuat pernyataan genosida anti-Muslim, dan pada bulan September tahun lalu ia menuduh mantan utusan Amerika Serikat untuk Israel ingin menghancurkan “negara Yahudi”. Tiga bulan kemudian dia menyerukan agar semua diplomat Inggris dikeluarkan dari Israel karena menyebut Palestina sebagai “pendudukan”, dan baru dua minggu lalu ia menyatakan harapan bagi semua pemilih sayap kiri tua di Israel untuk mati karena pandemi virus corona. (ARN)

Comments
Arrahmahnews AKTUAL, TAJAM DAN TERPERCAYA

Facebook

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 2.780 pelanggan lain

Pengunjung

  • 52.004.748 hit

Copyright © 2020 Arrahmahnews.com All Right Reserved.

To Top
%d blogger menyukai ini: