NewsTicker

Militer Yaman Umumkan Pelaksanaan Operasi Besar-besaran ke Arab Saudi

Militer Yaman Umumkan Pelaksanaan Operasi Besar-besaran ke Arab Saudi Yahya Saree

Yaman – Pasukan Yaman pada hari Selasa (23/06) menggelar konferensi pers untuk mengumumkan detil operasi militer besar-besaran yang dilancarkan terhadap Arab Saudi, kerajaan yang memimpin koalisi agresi mematikan terhadap tetangga selatannya itu sejak Maret 2015.

“Kami telah melakukan operasi besar-besaran jauh di tanah Arab Saudi,” ungkap Jubir militer Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree dalam konferensi pers yang digelar pada pukul 11.00 waktu setempat itu, mengumumkan detil serangan terbaru dalam Operasi “Balance of Detterance” ke-4 Pasukan Yaman ke Ibukota Arab Saudi, Riyadh dan beberapa wilayah lainnya.

Baca Juga:

Menurut Saree, serangan Tentara Yaman itu menghantam Kementerian Pertahanan Saudi, Kementerian Intelijen, pangkalan udara Salman bersama dengan target militer lainnya di Riyadh, Jizan dan Najran.

Juru bicara Angkatan Darat Yaman itu juga meegaskan bahwa Operasi “Balance of Deterrence” ke-4 digelar sebagai pembalasan atas agresi dan blokade koalisi Saudi terhadap Yaman, menekankan bahwa operasi militer yang keras akan terus dilaksanakan sampai agresi dan pengepungan dihentikan atas Yaman.

Sebelumnya media Saudi mengklaim bahwa Royal Saudi Air Defense telah mencegat tiga rudal balistik serta delapan drone yang diduga ditembakkan oleh para pejuang Houthi Yaman.

Laporan itu mengatakan rudal ditembakkan dari kota Sa’dah Yaman ke ibukota Riyadh, dan kota-kota Najran (provinsi Najran) dan Jazan (wilayah Jizan) Senin malam, 22 Juni.

Baca Juga:

Sementara itu, televisi al-Alam mengutip beberapa aktivis Saudi yang mengatakan bahwa ledakan keras terdengar di bagian utara Riyadh pada Selasa pagi.

Arab Saudi dan sejumlah sekutu regionalnya melancarkan perang menghancurkan terhadap Yaman pada Maret 2015 untuk mengembalikan mantan presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi ke kekuasaan dan menghancurkan gerakan Houthi Ansarullah.

Proyek Data Lokasi dan Peristiwa Konflik Bersenjata yang bermarkas di AS (ACLED), sebuah organisasi penelitian konflik nirlaba, memperkirakan bahwa perang telah merenggut lebih dari 100.000 jiwa selama lima tahun terakhir.

Lebih dari setengah rumah sakit dan klinik Yaman telah dihancurkan atau ditutup selama perang oleh koalisi yang dipimpin Saudi, yang didukung secara militer oleh Inggris, AS dan negara-negara Barat lainnya. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: