Artikel

Atwan: Dukungan Suriah untuk Mesir di Libya Pesan Tegas Damaskus untuk Turki

Atwan: Dukungan Suriah untuk Mesir di Libya Pesan Tegas Damaskus untuk Turki

Lebanon, Arrahmahnews.com – Apakah dukungan Suriah untuk posisi Mesir di Libya merupakan salah satu berita utama dari strategi pertahanan ke serangan? Mengapa tidak menggunakan senjata imigrasi ke Eropa sebagai salah satu pilihan untuk menghadapi hokum caesar? Apa kejutan dari “pengumumma posisi Suriah” dari pernyataan Muallem?.

Walid al-Muallem, Menteri Luar Negeri Suriah, dalam konferensi pers pada hari Selasa, menyampaikan banyak informasi dan posisi baru yang menarik yang dapat diringkas dalam poin-poin berikut:

Baca Juga:

Pertama: Suriah berdiri secara terbuka bersama Presiden Mesir dan pemerintah Libya (Tentara Nasional Libya) yang dipimpin oleh Jenderal Khalifa Hifter dalam menghadapi campur tangan Turki. Namun, Muallem tidak mengungkapkan tentang rencana pemerintahnya dalam hal ini, sambil menunggu keputusan Mesir, tetapi jelas bahwa Posisi Suriah ini mungkin tidak terbatas pada dukungan politik, dan dapat berkembang menjadi pengiriman pasukan untuk menanggapi campur tangan Turki di Libya, dengan membuka front konfrontasi baru dan berkoordinasi dengan sekutu Rusia.

Kedua: Informasi yang diungkapkan oleh James Jeffrey, utusan Amerika, tentang tawaran Amerika untuk bernegosiasi dengan pemerintah Suriah, yakni menerima syarat Amerika, terutama meninggalkan Iran dan Hizbullah, serta mendukung kesepakatan abad ini. Al-Muallem menegaskan bahwa ini tawaran yang sah, tetapi tanggapannya adalah dengan melemparkannya ke tempat sampah.

Baca Juga:

Ketiga: Hukum Caesar adalah tembakan terakhir dalam putaran sanksi AS terhadap Suriah, dan ini adalah keputusasaan. Suriah menghadapi sanksi-sanksi ini sejak 1978, dan mereka tidak akan menang atas konspirasi ini, di saat pasukannya telah mendapatkan kembali lebih dari 80 persen wilayahnya.

Keempat: Pemerintah Suriah tidak akan menerima penutupan atau kehadiran pasukan internasional di perbatasannya dengan Lebanon, dan akan menentang tren ini dengan segala cara, dan berapapun harganya.

Hukum Caesar yang diberlakukan dengan tergesa-gesa, muncul sebagai hasil dari keprihatinan nyata Amerika terhadap keamanan Israel dan masa depannya. Ini juga menegaskan kegagalan serangan Israel terhadap Suriah untuk mengusir Iran dan Hizbullah, Bahkan memberikan hasil yang berlawanan dalam hal mendorong poros perlawanan untuk memiliki kemampuan dan keunggulan atas Israel. Itulah sebabnya, hukum Caesar diterapkan sebagai bentuk keputusasaan karena kurangnya manfaat.

Baca Juga:

Amerika dan Israel juga menyadari bahwa Israel menghadapi ancaman eksistensial yang menakutkan tidak datang dari Lebanon selatan, tetapi dari barat daya Suriah, dan front Golan secara khusus. Ini menjelaskan tawaran negosiasi yang diusulkan oleh James Jeffrey, dan dia mengulanginya lagi dengan berbicara bahwa Presiden Assad dapat tetap tinggal bahkan diperkuat, jika ia menerima tuntutan Amerika. Inilah yang dimaksudkan oleh Al-Muallem bahwa Presiden Assad tetap di posisinya selama rakyat Suriah menginginkannya, artinya rakyat adalah satu-satunya yang berhak memutuskan, bukan Amerika atau yang lainnya. (ARN)

Sumber: Raialyoum.com

Comments
Arrahmahnews AKTUAL, TAJAM DAN TERPERCAYA

Facebook

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 2.782 pelanggan lain

Pengunjung

  • 52.007.899 hit

Copyright © 2020 Arrahmahnews.com All Right Reserved.

To Top
%d blogger menyukai ini: