Arab Saudi

Kuwait dan Oman Jadi Target Baru Saudi dan UEA

ARAB SAUDI – Tampaknya Kuwait menjadi target baru Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman setelah Qatar, di bawah arahan UEA. Ini terbukti dalam arahan media Saudi untuk menciptakan kegaduhan politik di Kuwait dengan menerbitkan laporan yang berbahaya bagi keamanan nasional Kuwait.

Dua hari yang lalu, media Saudi TV Al-Arabiya, mempublikasikan dugaan kebocoran audio kepada mendiang Presiden Libya Muammar Gaddafi dengan Hakim Al-Mutairi, ketua partai “Ummah” Kuwait dan profesor di Universitas Kuwait.

Baca:

Pengalihan issu yang publikasikan oleh buronan Khaled Al-Hail yang mendapat dukungan dan arahan dari Pangeran Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed, muncul dalam suara percakapan Gaddafi dan Al-Mutairi, yang menyetujui perlunya menggunakan “kekacauan” untuk membawa perubahan besar di Teluk dan para pemimpinnya.

Menurut dokumen yang dibocorkan oleh buronan asal Qatar, mendiang Gaddafi mengklaim bahwa dia bersama dengan Menteri Luar Negeri Oman Yusef bin Alawi dan mantan Emir Qatar Hamad bin Khalifa, dan Al-Mutairi ketua partai ‘Ummah” Kuwait, berjanji akan memberikan dukungan untuk pelaksanaan rencana ini.

Media Saudi dan Emirat adalah yang pertama kali memviralkan dugaan kebocoran ini dalam skala besar, meskipun faktanya kebocoran ini belum dikonfirmasi dari sumber mana pun sampai sekarang.

Dalam periode terakhir, banyak kebocoran Gaddafi dengan para pejabat Arab dan Teluk yang tersebar luas, tetapi tidak satu pun yang dapat dikonfirmasi keasliannya.

BacaPompeo: AS Siap Bantu Lebanon Jika Pemerintah Jauhi Hizbullah

Gaddafi terbunuh pada tahun 2011, setelah protes yang berubah menjadi perang saudara, pasca intervensi NATO, dan Libya semakin tidak stabil.

Tampaknya kebocoran palsu ini, merupakan permainan baru Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, yang ditujukan untuk menjelekkan Kuwait dan Kesultanan Oman setelah Qatar. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: