NewsTicker

Amnesty Internasional Kembali Desak Saudi Bebaskan Aktivis Perempuan

Amnesty Internasional Kembali Desak Saudi Bebaskan Aktivis Perempuan Foto para aktivis perempuan

Arab Saudi, Arrahmahnews.com Amnesty International memperingatkan keras Arab Saudi atas tindakan keras terhadap para pengkritisi dan aktifis di kerajaan itu, menyerukan kepada pihak berwenang untuk segera membebaskan sekelompok aktivis perempuan Saudi yang telah “ditahan hanya karena menuntut kesetaraan dan hak asasi mereka”.

Organisasi yang berbasis di Inggris itu menyebut bahwa Loujain al-Hathloul, Eman al-Nafjan dan Aziza al-Yousef adalah di antara beberapa aktifis Saudi untuk hak-hak wanita, yang telah dipenjara selama hampir dua tahun.

Baca Juga:

“Banyak dari para wanita ini telah memimpin kampanye yang mendesak dicabutnya larangan mengemudi pada wanita selama beberapa tahun terakhir. Larangan itu dicabut pada Juni 2018, tetapi para wanita yang mewujudkan hal itu bahkan masih belum memiliki kesempatan untuk secara resmi duduk di belakang kemudi, sebaliknya mereka duduk di balik jeruji besi, dikurung di sel penjara,” demikian bunyi pernyataan Amnesty.

Pernyataan itu menambahkan bahwa gelombang penangkapan tidak berakhir sampai disitu, karena pada bulan Juli 2018 pihak berwenang Saudi menangkap Samar Badawi dan Nassima al-Sada, yang juga aktivis wanita terkemuka.

Amnesty International lebih lanjut menyoroti bahwa beberapa aktivis perempuan telah mengalami penyiksaan, pelecehan seksual dan bentuk perlakuan sewenang-wenang lainnya, dan bahwa mereka ditahan tanpa komunikasi dan di sel isolasi tanpa akses ke keluarga atau pengacara mereka.

Baca Juga:

Organisasi hak asasi manusia kemudian meragukan reformasi oleh Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dan Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman, menyatakan bahwa langkah-langkah itu “tidak dapat menutupi pelanggaran hak asasi manusia dan penindasan brutal terhadap aktivis hak asasi manusia disana”.

Organisasi tersebut menekankan bahwa para aktivis perempuan Saudi “harus dan segera dibebaskan tanpa syarat untuk melanjutkan pekerjaan HAM mereka yang damai menuju masa depan yang lebih baik bagi negara dan rakyat mereka.” (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: