Amerika

AS, Saudi dan Israel Pimpin Perlombaan Senjata di Kawasan, Bukan Iran

AS, Saudi dan Israel Pimpin Perlombaan Senjata di Kawasan, Bukan Iran

Washington, Arrahmahnews.com Amerika Serikat dan sekutunya, Israel dan Arab Saudi, mendorong perlombaan senjata di Timur Tengah, bukan Iran, kata seorang sarjana Amerika.

Kevin Barrett, seorang penulis, jurnalis, dan pembawa acara radio dengan gelar Ph.D. dalam Studi Islam dan Arab, membuat pernyataan dalam wawancara dengan Press TV pada hari Senin, setelah Perwakilan Khusus AS untuk Iran Brian Hook mengatakan bahwa mencabut embargo senjata atas Iran akan memicu perlombaan senjata di Timur Tengah.

Baca Juga:

Berbicara pada konferensi pers bersama dengan menteri negara Saudi untuk urusan luar negeri Adel al-Jubeir di Riyadh pada hari Senin, Hook mengatakan mencabut embargo “hanya akan membuat Iran” berani dan menghancurkan stabilitas kawasan.

“Ini bukan hasil yang dapat diterima oleh Dewan Keamanan PBB. Mandat dewan jelas, yakni menjaga perdamaian dan keamanan internasional,” tambah Hook.

Barrett mengatakan bahwa “Brian Hook adalah Perwakilan Khusus AS untuk PBB dan dia berusaha untuk memperpanjang embargo senjata PBB terhadap Iran, dan dia mengaku melakukannya di bawah ketentuan JCPOA, yang AS sendiri telah menarik diri dari perjanjian.”

“Jadi, ini cukup membingungkan. Mengapa dia berpikir AS memiliki hak atas JCPOA setelah keluar dari JCPOA adalah sebuah misteri. Demikian juga, ini adalah sebuah misteri mengapa dia berpikir bahwa kurangnya embargo senjata terhadap Iran akan menyebabkan perlombaan senjata di Timur Tengah,” katanya.

Baca Juga:

“Jelas, rezim yang mempersenjatai diri dan memulai perlombaan senjata di kawasan adalah sekutu AS, Israel, dan Arab Saudi. Sementara, Iran masih jauh dari memimpin perlombaan senjata di kawasan. Jika kita melihat populasi, dan seterusnya, Iran sebenarnya relatif kurang bersenjata, meskipun tampaknya baik-baik saja meskipun faktanya diembargo dan harus melakukan semuanya sendiri, membuat roket sendiri, memproduksi sendiri dan menciptakan satelit sendiri untuk menempatkannya ke ruang angkasa terlepas dari semua sanksi. Sementara, oposisi dari negara-negara lain termasuk sabotase,” katanya.

“Kami baru saja melihat sebuah ledakan di Iran, mungkin semacam sabotase. Tentu saja, kita tahu bahwa musuh-musuh Iran telah mendukung terorisme di Iran, dan di tempat lain di kawasan ini. Mereka telah membunuh hampir 20.000 warga sipil tak berdosa di Iran, melalui dukungan terhadap beberapa kelompok teroris di dunia,” katanya.

“Jadi, ini tentu saja tidak masuk akal, tetapi ini hanya menunjukkan bahwa kekaisaran AS masih dalam fase arogan. Belum sepenuhnya direndahkan meskipun reputasinya di dunia tentu saja terpukul setelah pandemi coronavirus. Baik itu serangan biologis AS, atau mungkin serangan biologis oleh para bankir internasional Barat yang sebagian besar berada di AS dan mendikte kebijakan Amerika,” kata analis.

“AS sekarang memiliki jumlah virus corona terburuk di dunia per kapita, dan masih terus berkembang di sini. Namun AS berpura-pura bahwa itu akan berjalan di seluruh dunia, dengan mendikte kebijakan dan memberi tahu apa yang bisa mereka lakukan di setiap wilayah. Dan tentu saja, jika Brian Hook benar-benar ingin mengakhiri perlombaan senjata di Timur Tengah, hal pertama yang harus ia lakukan adalah berhenti menjual senjata ke Arab Saudi, yang digunakan untuk melakukan genosida di Yaman, dan berhenti menyerahkan miliaran dolar pembayar pajak Amerika kepada Israel yang digunakan untuk melakukan genosida di Palestina,” katanya.

“Jika AS melakukan dua hal itu, maka Timur Tengah atau Muslim Timur akan jauh lebih damai,” pungkasnya.

Washington telah meningkatkan seruan untuk perpanjangan embargo senjata PBB terhadap Iran, yang akan berakhir pada Oktober di bawah Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231, yang mendukung kesepakatan nuklir Iran, yang secara resmi dikenal sebagai JCPOA.

Pemerintahan Trump telah mengancam bahwa mereka mungkin akan berusaha memicu kembali semua sanksi terhadap Iran jika upayanya untuk memperpanjang embargo senjata gagal.

Baca Juga:

Teheran dengan tegas menolak rencana Washington karena AS tidak lagi menjadi pihak dalam perjanjian nuklir sejak mereka menarik diri dari perjanjian multilateral pada 2018.

China dan Rusia, yang keduanya merupakan penandatangan JCPOA, menggemakan posisi Teheran dalam pernyataan baru-baru ini.

“AS gagal memenuhi kewajibannya berdasarkan Resolusi 2231 dengan menarik diri dari Rencana Aksi Komprehensif Bersama,” kata misi PBB di China.

“Washington telah melakukan pelanggaran berat terhadap Resolusi 2231”, ujar Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov dan menekankan bahwa “tidak ada yang diizinkan untuk mengimplementasikan resolusi Dewan Keamanan DK PBB secara selektif dan terpisah-pisah”. (ARN)

Comments
Arrahmahnews AKTUAL, TAJAM DAN TERPERCAYA

Facebook

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 2.753 pelanggan lain

Copyright © 2020 Arrahmahnews.com All Right Reserved.

To Top
%d blogger menyukai ini: