Internasional

Baghdad Respon Keras Pelecehan Media Saudi Terhadap Ulama Terkemuka Irak

Baghdad Respon Keras Pelecehan Media Saudi Terhadap Ulama Terkemuka Irak

Irak, ARRAHMAHNEWS.COM – Para pejabat Irak mengecam penerbitan kartun yang menghina ulama terkemuka Ayatollah Ali al-Sistani di surat kabar milik Saudi, mengatakan penggambaran itu adalah wujud kekecewaan Riyadh atas  kegagalan plot Takfiri dukungan mereka.

Hadi al-Ameri, sekretaris jenderal Organisasi Badr, yang memimpin Aliansi Fatah (Penaklukan) di parlemen Irak, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat(03/04)  bahwa rezim Riyadh sekali lagi menghina otoritas agama dan melewati garis merah, dengan menerbitkan kartun penghinaan di harian Asharq al-Awsat milik Saudi yang berbasis di London.

BACA JUGA:

“Gambar itu meremehkan perasaan jutaan warga Syiah, Sunni dan Kristen Irak yang menjunjung peran penting Ayatollah Sistani dalam menjaga kedaulatan nasional negara itu dari bahaya kelompok teroris Daesh Takfiri,” kata Ameri sebagaimana dikutip jaringan TV al-Sumaria.

Ia menekankan bahwa kartun itu menunjukkan niat rezim Saudi untuk melanjutkan skema permusuhan yang mencurigakan terhadap semua orang yang berusaha mempertahankan persatuan Irak.

Takfirisme, pemikiran yang dimiliki oleh mayoritas kelompok teror, sebagian besar dipengaruhi oleh Wahhabisme yang merupakan ideologi radikal yang mendominasi Arab Saudi dan secara bebas disampaikan dalam pidato-pidato oleh para ulama mereka.

Sementara itu, anggota parlemen Irak dan juru bicara aliansi Fatah, Ahmed al-Asadi, mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh surat kabar Saudi itu menunjukkan bahwa penargetkan otoritas keagamaan masih mendominasi mentalitas kerajaan.

Dalam sebuah posting di akun Twitter-nya, Nasr al-Shammari, juru bicara kelompok Harakat Hezbollah al-Nujaba, menekankan bahwa sikap anti-Syiah yang diadopsi oleh Arab Saudi, AS dan Israel tidaklah aneh.

“Saudi adalah mereka yang secara tidak adil menumpahkan darah umat Islam,” tulisnya, menambahkan bahwa penghinaan terhadap ulama Irak membuktikan perasaan pahit Riyadh ketika konspirasi Takfiri dikalahkan oleh langkah-langkah bijak dan tegas dari otoritas agama.

BACA JUGA:

Ali al-Asadi, ketua dewan politik Nujaba, menekankan bahwa alasan utama di balik penerbitan kartun ofensif itu adalah fatwa Ayatollah Sistani yang menjadi cikal bakal pembentukan Unit Mobilisasi Populer (PMU) Irak atau Hashd al-Shaabi.

Pada Juni 2014 – ketika Daesh melancarkan kampanye teror dan penghancurannya di Irak, Ayatollah Sistani mengeluarkan fatwa dan meminta seluruh rakyat Irak untuk membantu tentara nasional dalam perang melawan kelompok teror Takfiri itu.

Fatwa itu menyatukan relawan pejuang baik dari Sunni-Syiah maupun relawan Kristen dan Izadi di bawah payung PMU yang berhasil satu demi satu merebut kembali wilayah-wilayah yang sebelumnya dikuasai Daesh dan akhirnya mengakhiri kekuasaan teritorial kelompok teror itu di Irak pada akhir 2017.

Ali al-Asadi dalam pernyataannya juga menyerukan penutupan kantor Asharq al-Awsat di Irak. (ARN)

Comments
Arrahmahnews AKTUAL, TAJAM DAN TERPERCAYA

Facebook

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 2.779 pelanggan lain

Pengunjung

  • 51.975.407 hit

Copyright © 2020 Arrahmahnews.com All Right Reserved.

To Top
%d blogger menyukai ini: