Amerika

AS Tutupi Skandal Senjata USAID di Yaman dengan Tuduh Iran

AS Tutupi Skandal Senjata USAID di Yaman dengan Tuduh Iran

Amerika Serikat, ARRAHMAHNEWS.COM – Media Yaman Al-Masirah pada Kamis (9/07)menyebut bahwa Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo berusaha menutupi skandal terbaru Washington yang menggunakan kedok bantuan kemanusiaan untuk memasok senjata ke kelompok milisi bayaran Saudi-Emirat, melalui klaim bahwa AS menangkap sebuah kapal berisi senjata Iran di lepas pantai Yaman.

Jubir Militer Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Sare’e, dalam konferensi pers terakhirnya memperlihatkan senjata-senjata yang berhasil disita dalam serangan melawan tentara bayaran Saudi di Al-Baidha, dimana senjata-senjata itu memiliki logo USAID (Lembaga Amerika Serikat untuk Pembangunan Internasional), sebuah badan amal AS yang bertanggung jawab atas bantuan untuk negara-negara lain.

BACA JUGA:

Sehari setelah juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Pompeo mengeluarkan tuduhan pada hari Rabu bahwa pasukan AS dan “mitra” tak dikenal telah mencegah kapal di lepas pantai Yaman pada 28 Juni yang membawa senjata Iran ke Yaman.

“Dewan Keamanan harus memperpanjang embargo senjata ke Iran untuk mencegah konflik lebih lanjut di kawasan,” kata Pompeo pada konferensi pers Departemen Luar Negeri. “Tidak ada orang yang serius yang bisa percaya Iran akan menggunakan senjata apa pun yang diterimanya untuk tujuan damai.”

Al-Masirah menyebut bahwa alih-alih menjawab pertanyaan soal skandal USAID dalam konferensi pers tersebut, Pompeo terus membahas klaimnya dengan mengatakan bahwa senjata yang disita itu termasuk 200 granat berpeluncur roket, lebih dari 1.700 senapan serbu, 21 rudal darat-ke-udara dan serangan darat, beberapa rudal anti-tank “dan beberapa senjata dan rudal canggih lainnya”.

BACA JUGA:

Pompeo memimpin upaya AS untuk membujuk Dewan Keamanan PBB memperpanjang embargo yang akan berakhir pada pertengahan Oktober di bawah ketentuan perjanjian nuklir Iran 2015 dimana Amerika Serikat telah menarik diri pada 2018.

Ia mengajukan banding langsung ke dewan pekan lalu, dengan ditujukan kepada 15 anggota tetapnya. Namun Rusia dan China yang memegang hak veto mengisyaratkan oposisi mereka terhadap perpanjangan embargo. (ARN)

Comments
Arrahmahnews AKTUAL, TAJAM DAN TERPERCAYA

Facebook

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 2.754 pelanggan lain

Copyright © 2020 Arrahmahnews.com All Right Reserved.

To Top
%d blogger menyukai ini: