Amerika

AS Evakuasi Puluhan Diplomat dari Saudi karena Takut Corona atau Rudal Yaman?

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COM – Kabar puluhan diplomat Amerika Serikat dan keluarga mereka meninggalkan Arab Saudi, hal ini menimbulkan banyak pertanyaan dari para pengamat politik dan militer, khususnya berhubungan masalah ini dengan serangan rudal Yaman baru-baru ini (Balanced Deterrence Operation ke-4) yang menargetkan markas militer dan situs sensitif lainnya di Riyadh.

Wall Street Journal mengutip para pejabat AS yang mengetahui rencana tersebut dengan mengatakan bahwa puluhan diplomat AS dengan keluarga mereka telah meninggalkan Arab Saudi pada Sabtu (04/07/2020), dan “lebih banyak diplomat diperkirakan akan menyusul dalam beberapa minggu mendatang”.

BACA JUGA:

WSJ juga mengklaim bahwa langkah ini terjadi di tengah lonjakan kasus virus corona di Arab Saudi. New York Times menyebutkan bahwa Kedutaan Besar Amerika di Riyadh adalah salah satu pos diplomatik Amerika paling penting di Timur Tengah dan rumah bagi CIA di wilayah tersebut. Ratusan diplomat Amerika, perwira intelijen dan keluarga mereka tinggal di kompleks kedutaan dan kompleks perumahan di dekatnya.

Para pengamat bertanya-tanya tentang alasan sebenarnya dari evakuasi para diplomat Amerika dari Arab Saudi, karena AS adalah salah satu negara yang paling terdampak parah oleh coronavirus!!? Tuduhan meninggalkan Arab Saudi karena tingginya tingkat infeksi COVID-19 tidak konsisten karena Amerika Serikat juga menderita tingginya tingkat infeksi!! Bahkan lebih tinggi dari Arab Saudi dan tingginya tingkat kematian karena Corona.

Menurut angka dan data terbaru selama 24 jam terakhir, Amerika Serikat mencatat 57.683 infeksi baru, sementara Arab Saudi mencatat 4.130 infeksi.

Jika kita mengaitkan perkembangan peristiwa sejak saat-saat pertama dari operasi Balanced Deterrence ke-4 pada tanggal 23 Juni, maka kita akan mendapatkan catatan bahwa misi AS mengeluarkan pernyataannya dengan alasan yang tak terucap untuk keberangkatan para diplomat AS dari Arab Saudi. Operasi telah menargetkan markas Kementerian Pertahanan, intelijen dan pangkalan Salman. Markas besar ini berisi para ahli Amerika, seperti yang diketahui, dan lokasi yang ditargetkan dekat dengan distrik kedutaan di pusat Riyadh.

BACA JUGA:

Pada malam Operasi Balanced Deterrence ke-4, Misi AS di Arab Saudi mengeluarkan peringatan keamanan “Serangan Rudal atau Drone di Riyadh,” menyapa warga negaranya bahwa mereka harus mengambil tindakan maksimal dan tetap waspada terhadap serangan berikutnya.

Waktu yang sangat dini dari peringatan itu, karena operasi masih berlangsung sekitar 10 jam, mencerminkan skala serangan yang mengguncang ibu kota Saudi, Riyadh. Ini memaksa Washington untuk menyeru warganya untuk pergi ke tempat penampungan, tetap di rumah dan untuk menyadari fragmen rudal dan pesawat, bahkan jika beberapa darinya dicegat, sebagaimana dinyatakan dalam pernyataan misi diplomatik.

Indikasi pernyataan misi AS mengkonfirmasi bahwa Riyadh memasuki pusat pertempuran dan tidak lagi hanya berada di lingkaran ancaman. Tidak ada keraguan bahwa kepergian para diplomat AS dari Arab Saudi saat ini adalah yang paling menonjol dari sebelumnya.

Pernyataan Menteri Pertahanan dan Angkatan Bersenjata

Selasa lalu, Menteri Pertahanan Yaman Mohammad Nasser Al-Atifi menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata Yaman terus melakukan operasi ofensif strategis berskala besar di kedalaman Saudi untuk mengakhiri arogansi koalisi pimpinan Saudi dan mengangkat pengepungan atau blokade terhadap Yaman.

Menteri Pertahanan menekankan bahwa “Angkatan Bersenjata dilengkapi dengan senjata terbaru yang dibuat dan dikembangkan oleh para ahli Yaman, dan akan terus mengembangkan semua senjata pencegahan strategis untuk dapat menargetkan sasaran militer dan ekonomi di kedalaman musuh”.

BACA JUGA:

Sementara itu, juru bicara Angkatan Bersenjata, Brigadir Jenderal Yahya Saree, selama wawancara eksklusif dengan jaringan televisi Almasirah pada Kamis malam mengenai perkembangan terbaru, mengungkapkan bahwa Operasi Balanced Deterrence ke-4 menghantam situs-situs sensitif di ibukota Saudi, Riyadh, dengan presisi tinggi, menyebabkan orang-orang Saudi dan Amerika dalam keadaan kebingungan.

Saree lebih lanjut menegaskan bahwa pasukan Yaman mampu mengembangkan kemampuan defensif dan ofensif, bahkan mereka tidak menggunakan semua kecakapan militer dalam pertempuran melawan agresi yang dipimpin Saudi dan tentara bayarannya, serta menyarankan pihak musuh untuk berdamai dengan kenyataan pahit.

“Pasukan Yaman akan terus menggunakan hak mereka yang sah untuk membela bangsa dan negara. Kami tidak akan berpangku tangan sementara rakyat, anak-anak dan wanita kami terbunuh karena pengeboman dan pengepungan. Kami memiliki opsi yang belum dilakukan hingga kini,” tegasnya.

BACA JUGA:

“Kami akan terus menargetkan situs militer dan kedaulatan yang menjadi ujung tombak agresi [militer] terhadap rakyat kami di kedalaman Arab Saudi. Kami memastikan bahwa target yang kami tuju jauh dari warga sipil Saudi, yang ditindas di bawah pemerintahan House of Saud,” kata Saree.

Pernyataan Menteri Pertahanan dan juru bicara Angkatan Bersenjata selama sepekan terakhir dibaca dengan cermat oleh rejim AS, ia mengetahui dimensi dan implikasinya. Yaman memiliki kemampuan untuk mencapai banyak dan beragam sasaran, termasuk yang paling dibentengi dan tunduk pada perlindungan langsung Amerika.

Tidak diragukan lagi, operasi Balanced Deterrence ke-4 mengingatkan Pemimpin Revolusi Sayyid Abdulmalik Badr Al-Din Al-Houthi, yang berjanji selama pidatonya pada tanggal 26 Maret 2020 bahwa “pada tahun keenam agresi, kami akan datang, dengan pertolongan Allah, dengan kejutan yang tidak pernah diperhitunkan oleh koalisi… “.

Operasi Balanced Deterrence Ke-4 adalah kejutan yang sangat mengejutkan, yang tidak diperhitungkan oleh koalisi, dan itu merupakan kejutan pertama yang dijanjikan Pemimpin Revolusi.

Semua ini menunjukkan bahwa proses evakuasi para diplomat AS dari Arab Saudi hari ini, berubungan langsung dengan operasi strategis dalam beberapa hari mendatang. (ARN)

Artikel yang diterjemahkan ditulis oleh Hassan Al-Mutawakkil ditulis di English.Almasirah.net

Comments
Arrahmahnews AKTUAL, TAJAM DAN TERPERCAYA

Facebook

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 2.754 pelanggan lain

Copyright © 2020 Arrahmahnews.com All Right Reserved.

To Top
%d blogger menyukai ini: