Internasional

Perkembangan Pesat Pertahanan Hizbullah Bikin Israel Ketar-ketir

Perkembangan Pesat Pertahanan Hizbullah Bikin Israel Ketar-ketir

Lebanon, ARRAHMAHNEWS.COM Komandan kedua Hizbullah, Sheikh Naim Qassem mengatakan bahwa gerakan perlawanan ini telah sangat mengembangkan kemampuan pertahanannya dalam beberapa tahun terakhir, dan rezim Tel Aviv sangat menyadari fakta ini.

“Apa yang disebut Kesepakatan abad ini adalah rencana yang lahir mati sejak dirilis (pada akhir Januari) lalu, karena itu bersifat unilateral dan bagian dari kampanye ketidakadilan internasional melawan Palestina. Front persatuan Palestina bersama dengan konsensus internasional akan menggagalkan proposal tersebut,” kata Wakil Sekretaris Jenderal Hizbullah Sheikh Naim Qassem ketika ia berbicara di sebuah forum virtual bernama “Bersatu melawan Kesepakatan Abad Ini dan Rencana Aneksasi” pada hari Sabtu (11/07).

BACA JUGA:

“Sejak pendudukan menginjakkan kaki di tanah Palestina, dengan dukungan dan pengawasan Inggris, perpecahan merebak, dan Palestina serta seluruh kawasan hidup dalam keadaan kacau, konfrontasi, agresi dan kriminalitas,” katanya.

Pejabat senior Hizbullah itu menambahkan, “Perlawanan rakyat Palestina dan pengorbanan para martir serta pejuang merekalah yang mencegah demarkasi perbatasan oleh rezim yang merampas kekuasaan, dan merekalah yang melindungi hak-hak generasi Palestina”.

“Sekarang ini adalah fakta yang telah terbukti bahwa Israel tidak memiliki kemampuan untuk bertahan hidup, dan bahwa keberadaannya hanya bergantung pada ketidakadilan internasional dan dukungan dari Amerika Serikat dan negara-negara besar”, tambah Sheikh Qassem.

BACA JUGA:

Sheikh Qassem kemudian menyerukan persatuan serentak di antara semua faksi politik Palestina, dengan mengatakan, “Israel tidak dapat mencapai apa yang diinginkannya jika tujuan utamanya adalah untuk melawan pendudukan dan membebaskan Palestina”.

Dalam Kesepakatan abad ini Yerusalem (al-Quds) diakui sebagai ibu kota Israel sepenuhnya dan memungkinkan rezim Tel Aviv untuk mencaplok permukiman di Tepi Barat dan Lembah Jordan yang diduduki. Rencana itu juga menolak hak pengungsi Palestina untuk kembali ke tanah air mereka, di antara beberapa kesepakatan kontroversial lainnya.

Rencana Trump ini telah memicu gelombang protes di seluruh dunia.

Banyak warga Palestina percaya bahwa rencana Israel untuk mencaplok sepertiga dari Tepi Barat yang telah diduduki secara ilegal, termasuk bagian dari Lembah Jordan yang strategis, hanya formalitas karena sebenarnya penjajahan Israel secara de facto atas tanah mereka telah berlangsung selama bertahun-tahun.

“Rencana aneksasi Israel telah berlangsung sejak 1967,” kata Salah Khawaja, koordinator kampanye anti-pendudukan, Popular Committee to Resist the Wall and the Settlements (Komite Populer untuk Menolak Tembok dan Permukiman).

BACA JUGA:

“Israel sejak itu telah membangun pemukiman dan tembok. Jadi, pencaplokan sudah berlangsung lama, ”tambahnya.

Di tempat lain dalam sambutannya, Sheikh Qassem menggarisbawahi bahwa Hizbullah telah sangat mengembangkan kemampuan pertahanannya sejak perang 33 hari militer Israel di Lebanon pada musim panas 2006, dan bahwa rezim Tel Aviv sangat menyadari fakta seperti itu dan karenanya menghindari konfrontasi baru dengan gerakan perlawanan.

Ia menyoroti bahwa Hizbullah dan sekutunya akan menghadapi tekanan AS yang bertujuan menciptakan kekosongan politik di Lebanon, dan akan menggagalkan upaya AS memaksa pengunduran diri pemerintah Lebanon yang sedang berkuasa.

Sheikh Qassem mengatakan Hizbullah telah menyusun rencana jika pemerintah AS memutuskan untuk memperketat blokade ekonomi di Lebanon. “Pada akhirnya, kita akan muncul sebagai pemenang,” katanya. (ARN)

Comments
Arrahmahnews AKTUAL, TAJAM DAN TERPERCAYA

Facebook

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 2.781 pelanggan lain

Pengunjung

  • 52.012.662 hit

Copyright © 2020 Arrahmahnews.com All Right Reserved.

To Top
%d blogger menyukai ini: