Bahrain

Pengadilan Bahrain Vonis Mati 2 Aktivis Pasca Disiksa Secara Keji

Pengadilan Bahrain Vonis Mati 2 Aktivis Pasca Disiksa Secara Keji

Bahrain, ARRAHMAHNEWS.COM Pengadilan banding tertinggi Bahrain telah menguatkan hukuman mati terhadap dua aktivis, yang menurut  kelompok HAM dipaksa mengakui tindak pidana setelah mengalami serangkaian penyiksaan keji di penjara.

Pengadilan Kasasi pada hari Senin (13/07) menghukum para terdakwa, yang diidentifikasi sebagai Mohammed Ramadhan dan Hussain Moosa, dengan hukuman mati setelah memutuskan bahwa mereka bersalah dalam “pembunuhan seorang polisi dan upaya untuk membunuh anggota pasukan lainnya dalam penyergapan yang direncanakan menggunakan alat peledak pada tanggal  14 Februari 2014 ”di desa al-Dair, yang terletak di timur laut ibukota, Manama. Sepuluh orang lainnya juga dijatuhi hukuman penjara.

BACA JUGA:

Amnesty International dan Institut HAM dan Demokrasi Bahrain (BIRD) menolak keputusan itu.

Amnesty menyatakan penyesalan bahwa upaya terakhir untuk melihat sejumlah kecil keadilan di Bahrain dihancurkan ketika Pengadilan Kasasi menegaskan kembali hukuman mati bagi kedua orang itu, meskipun ada bukti bahwa mereka disiksa selama proses interogasi.

“Pengadilan Bahrain telah memutuskan untuk secara terang-terangan mengabaikan bukti-bukti pengadilan tentang penyiksaan dalam kasus Mohamed Ramadhan dan Hussain Moosa, dan ini, kembali terulang setelah berkali-kali terjadi pelanggaran atas hak-hak mereka untuk mendapat peradilan yang adil sejak penangkapan mereka lebih dari enam tahun lalu,” kata Lynn Maalouf, Direktur Riset Timur Tengah Amnesty International.

“Hukuman mati adalah menjijikkan dalam segala keadaan dan tidak boleh digunakan,” tambahnya dan menyerukan “pihak berwenang Bahrain untuk segera membatalkan keputusan dan hukuman mati ini”.

“Daripada menghukum mati para korban dari persidangan cacat yang tidak dapat diperbaiki ini, seharusnya mereka meminta pertanggungjawaban mereka yang melakukan penyiksaan (para tahanan)  dan menjamin bahwa para terdakwa menerima ganti rugi, rehabilitasi, dan jaminan kuat bahwa ini tidak akan terulang,” katanya.

BACA JUGA:

Sayed Ahmed Alwadaei, direktur advokasi BIRD yang berbasis di London, juga mengatakan dalam sebuah pernyataan, “Putusan hari ini adalah noda gelap lain dalam perjuangan untuk hak asasi manusia di Bahrain, menunjukkan cengkeraman rezim atas peradilan korup negara itu”.

“Ketidakadilan yang mengerikan ini tidak akan terjadi tanpa dukungan sekutu-sekutu Barat Bahrain. Kedua lelaki itu kini telah kehabisan pemulihan hukum dan berisiko dieksekusi dalam waktu dekat, menunggu ratifikasi “oleh raja Bahrain,” tambah pernyataan itu.

“Teror mengetahui bahwa suami saya dapat dieksekusi oleh regu tembak kapan saja tanpa pemberitahuan yang layak membuat saya hancur,” ujar istri Ramadhan, Zainab Ebrahim, dalam sebuah postingan yang diterbitkan di halaman Twitter-nya setelah keputusan hukuman.

Amnesty International, Human Rights Watch dan BIRD mengatakan bahwa selain pengakuan di bawah penyiksaan, kedua pria itu juga menjadi korban kekerasan seksual, pemukulan, kurang tidur dan pelanggaran lainnya. (ARN)Pengadilan Bahrain Vonis Mati 2 Aktivis Setelah Penyiksaan Mereka. (ARN)

Comments
Arrahmahnews AKTUAL, TAJAM DAN TERPERCAYA

Facebook

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 2.782 pelanggan lain

Pengunjung

  • 52.010.542 hit

Copyright © 2020 Arrahmahnews.com All Right Reserved.

To Top
%d blogger menyukai ini: