Amerika

Utusan Rusia untuk DK PBB Kecam Eksploitasi Pengiriman Bantuan ke Suriah

Utusan Rusia untuk DK PBB Kecam Eksploitasi Pengiriman Bantuan ke Suriah

New York, ARRAHMAHNEWS.COMPerwakilan Tetap Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, mengutuk eksploitasi mekanisme lintas batas untuk pengiriman bantuan ke Suriah oleh beberapa anggota Dewan Keamanan PBB, dengan mengabaikan kedaulatan dan integritas teritorial negara Arab Suriah.

“Organisasi teroris yang menduduki Idlib menggunakan bantuan kemanusiaan sebagai alat untuk menekan penduduk sipil, dan mendapatkan keuntungan darinya. Ada banyak bukti untuk itu,” kantor berita resmi Suriah SANA mengutip pernyataan Nebenzia yang dipublikasikan oleh kantor berita Rusia RIA Novosti.

BACA JUGA:

Dia juga menambahkan, “Selain itu, beberapa pihak asing mengeksploitasi mekanisme pengiriman bantuan lintas batas ke Suriah dengan cara yang mengancam pemisahan sejumlah daerah dari seluruh negara.”

Sebelumnya pada hari itu, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Vershinin, telah mengecam politisasi pengiriman bantuan ke Suriah, dan menekankan bahwa bantuan kemanusiaan ke negara itu harus dikoordinasikan dengan pemerintah Damaskus.

Dewan Keamanan PBB telah menyetujui pengiriman bantuan ke Suriah dari Turki, tetapi hanya setelah menerima panggilan Rusia untuk menutup salah satu dari dua titik akses ke negara yang dilanda perang.

DK PBB pada hari Sabtu mengesahkan proposal yang diajukan oleh Jerman dan Belgia yang memungkinkan penggunaan titik persimpangan Bab al-Hawa selama satu tahun.

BACA JUGA:

“Rusia secara konsisten mendukung pengiriman kemanusiaan ke Suriah dengan rasa hormat penuh terhadap kedaulatan negara dan integritas teritorial serta dengan koordinasi pemerintah. Masalah ini seharusnya tidak dipolitisasi,” kata wakil utusan Rusia di PBB, Dmitry Polyanskiy.

Duta Besar China untuk PBB Zhang Jun mengatakan Beijing meragukan pengiriman bantuan lintas-batas, tetapi mengingat situasi saat ini di Suriah, tidak keberatan untuk mempertahankannya “pada tahap ini.”

Moskow dan Beijing berpendapat bahwa mekanisme itu melanggar kedaulatan Suriah dan bahwa bantuan harus disalurkan melalui pemerintah Bashar al-Assad.

Kekhawatiran juga berkembang atas upaya Barat, yang akan menggunakan kedok bantuan kemanusiaan, untuk mendukung kelompok-kelompok teroris Takfiri yang telah menderita kekalahan telak terhadap pasukan pemerintah Suriah. (ARN)

Comments
Arrahmahnews AKTUAL, TAJAM DAN TERPERCAYA

Facebook

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 2.760 pelanggan lain

Copyright © 2020 Arrahmahnews.com All Right Reserved.

To Top
%d blogger menyukai ini: