NewsTicker

Denny Siregar Ajak Otto Hasibuan “Obrak-abrik” Telkomsel

Screen Shoot akun fanpage Denny Siregar

Jakarta, ARRAHMAHNEWS.COM Kasus pegiat medsos Denny Siregar (DS) dan Telkomsel terkait kebocoran data pribadi semakin memanas,  DS mengajak salah satu advokat kawakan Otto Hasibuan masuk dalam tim pengacaranya, Kita Bikin Rame ucap DS dalam akun fanpage Facebooknya, DS menceritakan pertemuannya dengan Otto Hasibuan yang ditemani oleh teman pengacaranya Muannas Aidid pada Jum’at (17/07). berikut cerita DS saat bertemu dengan Otto:

”Boleh saya bantu, bang Denny?”.

Tanya seseorang yang saya kenal baik. Dia mengamati perkembangan kasus pembocoran data Telkomsel yang hanya berhenti pada tertangkapnya seorang CS, outsourcing pula.

BACA JUGA:

Saya terbuka pada hal apapun. Karena di kasus Telkomsel ini, sebenarnya ada lubang besar tentang bagaimana perusahaan besar itu menjaga data kita yang seharusnya rahasia. Ini bukan hanya kasus saya pribadi, tapi sudah jadi masalah nasional, karena di Telkomsel itu ada 160 juta orang pelanggan.

Pertanyaan yang harus dijawab Telkomsel, apakah mungkin seorang outsourcing bisa membuka data pelanggan tanpa otoritas yang lebih tinggi?.

Dan dari sana, perjalanan menemukan saya dengan seorang pakar hukum perdata, seorang pengacara senior, Profesor DR Otto Hasibuan SH. Beliau bisa dibilang legend di kalangan pengacara. Juga Ketua Pembina Peradi, Perhimpunan Advokat Indonesia.

Berbincang dengan Prof Otto, membuka jalan pikiran saya. Saya banyak belajar tentang hukum dan seluk beluknya. Bahasa hukum yang sulit bisa diterjemahkan dengan sederhana olehnya.

BACA JUGA:

Dan di akhir perbincangan, Prof Otto Hasibuan menjabat tangan saya.

“Saya bersedia mewakili anda sebagai kuasa hukum untuk menggugat Telkomsel. Kasus anda bisa menjadi pintu masuk untuk sesuatu yang lebih besar lagi..” katanya tersenyum.

Saya dan pengacara sekaligus sahabat saya, Muannas Aidid, tersenyum senang. Panglima besar sudah turun lapangan. Pertempuran kali ini bukan hanya terjadi antara Daud dan Goliath, karena Otto Hasibuan bisa dibilang Goliath juga di kalangan pengacara

Apapun hasilnya, ini bagus untuk pelajaran bahwa kita -selemah apapun- punya hak untuk menuntut keterbukaan informasi. Jangan sebuah masalah besar terus dikecil-kecilkan dengan perkara kriminal biasa.

Siapa tahu akhirnya bisa terungkap bahwa ada sindikat penjual data disana yang melibatkan otoritas tertinggi? Belum bisa dibuktikan memang, dan kita akan cari tahu seterang-terangnya, sejelas-jelasnya

Saya jadi teringat perkataan pakde Jokowi waktu awal memimpin dan ingin membongkar mafia-mafia di negeri ini.

“Kita bikin rame!”, kata beliau. Seruput kopinya dulu, kawan. Perjalanan masih panjang. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: