NewsTicker

Mantan Dubes China: AS Negara yang Paling Dirugikan Atas Kerjasama Tehran-Beijing

Mantan Dubes China: AS Negara yang Paling Dirugikan Atas Kerjasama Tehran-Beijing Mantan Duta Besar China untuk Iran, Hua Liming

China, ARRAHMAHNEWS.COM Mantan Duta Besar China untuk Iran, Hua Liming, menegaskan bahwa AS adalah satu-satunya pihak yang paling merasa dirugikan atas hubungan baik antara Iran dan China, karenanya Washington berupaya menyulitkan pengembangan lebih lanjut kerjasama antara Tehran dan Beijing.

Pernyataan mantan Dubes China itu dikeluarkan saat media-media oposisi Republik Islam yang dijalankan oleh negara-negara asing, termasuk saluran TV berbahasa Persia yang di danai Saudi ‘Iran International’ dan BBC Persia telah meluncurkan kampanye disinformasi yang tak kenal lelah dalam dua minggu terakhir untuk mendorong publik Iran melakukan protes terhadap Tehran atas rancangan perjanjian kerjasama strategis 25 tahun dengan Beijing

“Iran dan CHina telah menjalin hubungan yang sangat baik setelah Revolusi Islam, dan China tidak memiliki masalah untuk perluasan hubungan lebih lanjut, tetapi satu-satunya masalah atau hambatan untuk hubungan kedua negara adalah Washington,” kata Liming pada hari Senin (20/07), saat berbicara pada pertemuan virtual tentang perjanjian strategis 25 tahun yang akan ditandatangani oleh Tehran dan Beijing.

BACA JUGA:

Ia menambahkan bahwa hampir semua presiden AS selalu waspada atas hubungan dekat antara Iran dan China.

Liming mengatakan bahwa salah satu masalah adalah orang-orang China menerima informasi dari media barat yang menentang hubungan baik antara Tehran dan Beijing. Ia menyerukan agar lebih banyak upaya dilakukan kedua negara untuk meningkatkan hubungan dan kerjasama.

Pernyataan mantan Dubes China itu dikeluarkan saat media-media oposisi Republik Islam yang dijalankan oleh negara-negara asing, termasuk saluran TV berbahasa Persia yang di danai Saudi ‘Iran International’ dan BBC Persia telah meluncurkan kampanye disinformasi yang tak kenal lelah dalam dua minggu terakhir untuk mendorong publik Iran melakukan protes terhadap Tehran atas rancangan perjanjian kerjasama strategis 25 tahun dengan Beijing.

BACA JUGA:

Pengguna media sosial di twitter dan Instagram serta orang-orang Iran di jalan-jalan dalam beberapa hari terakhir sibuk dengan pembicaraan tentang rancangan perjanjian untuk kerjasama jangka panjang antara Tehran dan China yang akan disahkan setelah negosiasi menyeluruh oleh kedua belah pihak dan setelah menerima persetujuan parlemen di Iran. Draf ini lebih mirip peta jalan untuk kerja sama strategis habis-habisan di berbagai bidang politik, ekonomi, militer, Teknologi Informasi, dan budaya. Perjanjian ini diperkirakan akan melalui proses negosiasi berbulan-bulan oleh Tehran dan Beijing sebelum disetujui oleh dua gembong Asia tersebut.

Dalam provokasinya beberapa media asing berusaha keras untuk menggambarkan bahwa perjanjian itu sebenarnya memiliki sejumlah rahasia besar, padahal topik untuk kerja sama tersebut telah dinyatakan dan ditekankan kepada publik dalam sebuah pernyataan selama kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Iran pada tahun 2016, satu minggu setelah hari pelaksanaan perjanjian nuklir antara Iran dan enam (sekarang lima) kekuatan dunia, itu termasuk juga China. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: