NewsTicker

Rumor Kematian Raja Salman karena Kudeta Menguat, MbS Diisukan Melarikan Diri ke UEA

Rumor Kematian Raja Salman karena Kudeta Menguat, MbS Diisukan Melarikan Diri ke UEA Mohammed bin Salman turun dari Helikopter

Arab Saudi, ARRAHMAHNEWS.COM – Kabar dirawatnya Raja Salman di Rumah Sakit King Faisal menimbulkan tanda tanya besar, setelah sejumlah akun twitter whistleblower mengungkap tentang peristiwa besar yang ditutupi oleh kerajaan.

Mujtahid (warbler terkenal dengan cuitan pedasnya di tiwtter, yang selalu mengabarkan badai krisis di keluarga kerajaan Saudi, mulai dari perebutan kekuasaan, tuduhan korupsi dan perampasan kekayaan para pangeran).

BACA JUGA:

Pada hari Senin (20/07/2020) dalam akun tiwtternya, ia mencuitkan sebuah kalimat penuh tanda tanya tentang keadaan yang sebenarnya di Arab Saudi, ia mengatakan “Tunggulah”.

Cuitan Mujtahid pun disambut dengan beberapa komentar yang mengarah pada kabar kematian Raja Salman, baik karena diracun, atau virus Corona dan berita kudeta oleh pangeran Mut’ib bin Abdullah Al Saud, anak-anak Pangeran Nayef dan anak-anak Saud Al-Faisal.

BACA JUGA:

Akun @KingYozersif juga menjelaskan bahwa Pangeran Mut’ib bin Abdullah Al Saud mengepung istana Mohammed bin Salman, hingga kabar larinya Putra Mahkota ke Uni Emirat Arab.

King Yozersif juga mengklaim bahwa Trump mendukung kudeta Mohammed bin Salman karena sikap terakhirnya terhadap China dan Rusia.

Sementara, analis Timur Tengah menilai bahwa pengumuman oleh pengadilan kerajaan Saudi tentang penyakit Raja Salman tidak lain adalah “sandiwara” yang dimainkan oleh Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman untuk mempercepat proses pelantikannya sebagai Raja Arab Saudi sebelum pemilihan presiden di Amerika, karena khawatir Trump akan tersingkir dari White House.

BACA JUGA:

Dalam konteks ini, pengacara internasional dan ahli hukum Dr. Mahmoud Refaat mengatakan bahwa kabar masuknya Raja Salman ke rumah sakit tampaknya mempercepat suksesi Mohammed bin Salman sebagai Raja Arab Saudi.

Rifaat dalam Twitternya yang dikutip oleh Watan menyatakan bahwa pemilihan presiden Amerika Serikat yang akan datang, jika John Biden berhasil meraih kemenangan, maka akan hampir mustahil bagi Mohammed bin Salman untuk menduduki takhta kerajaan Saudi. Pada saat yang sama, Rifaat juga menekankan bahwa naiknya MbS menajdi raja akan menjadi bencana dan akhir dari kerajaan Arab Saudi.

Sarjana dan penulis Maurits terkenal Mohamed Al-Mukhtar Al-Shanqeeti juga mengomentari berita Raja Salman dirawat di rumah sakit King Faisal, “Apakah keluarnya Raja Salman dari Istana Al-Yamamah dimulai sebelum kepergian Trump dari Gedung Putih?!”. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: