Arab Saudi

Pesan Politikus Terkemuka Saudi ke Keluarga Kerajaan: Jangan Biarkan MbS Berkuasa

Pesan Politikus Terkemuka Saudi ke Keluarga Kerajaan: Jangan Biarkan MbS Berkuasa

Arab Saudi, ARRAHMAHNEWS.COM – Seorang pembangkang dan politikus terkemuka Arab Saudi, Saad al-Faqih mengirim pesan penting kepada keluarga kerajaan, menanggapi kabar Raja Saudi Salman bin Abdulaziz dalam perawatan intensif dan upaya Putra Mahkota Mohammed bin Salman merebut tahta Kerajaan sebelum lepas dari genggamannya dengan kematian ayahnya.

Al-Faqih dalam sebuah video yang publikasikan di akun Youtubenya, mengirim pesan penting kepada keluarga kerajaan dan orang-orang Saudi. Ia menekankan bahwa jika pelimpahan kekuasaan kepada orang yang tidak diinginkan (Mohammed bin Salman) terjadi, maka semua orang akan dipertaruhkan, seperti dilansir watanserb.com.

 

“Jika masalah berkembang dan Ibn Salman mengambil keputusan, maka untuk pertama kalinya kekuasaan berpindah ke orang yang tidak diinginkan, dan sebagian besar orang membencinya kecuali segelintir orang yang diuntungkan”, ujarnya.

BACA JUGA:

Saad al-Faqih menyerukan kepada keluarga Al Saud untuk bangkit melawan Mohammed bin Salman, dan mencegahnya dari merebut kekuasaan. Al-Fagih juga mengingatkan fakta untuk menarik perhatian keluarga kerajaan bahwa MbS telah menjebloskan para pangeran senior ke dalam penjara, menyiksa dan melecehkannya di saat ayahnya masih berkuasa”, bisakah kalian bayangkan apa yang akan dilakukan MbS, jika ayahnya benar-benar telah pergi?.

Dalam pesannya kepada orang-orang Saudi, “Al-Faqih” juga mengatakan, “Ibn Salman telah menghina kalian, membuat kalian kelaparan, merusak negara kalian, memiskinkan kalian, mengabaikan keamanan kalian dan keamanan negara.. ia menyia-nyiakan negara, padahal ia seorang putra mahkota”. Dia juga memperingatkan, “semua pria di negara itu akan menjadi budak”.

Saad al-Faqih mengajak anggota keluarga yang berkuasa untuk memperbaiki situasi sebelum “sebuah kapak jatuh di kepala” dan membuat reformasi nyata yang mendukung kemarahan rakyat atas MbS, dan melepaskan tahanan politik dan para aktivis.

BACA JUGA:

Sebelumnya pada hari Senin, Kantor Berita Saudi SPA mengutip pernyataan Pengadilan Kerajaan bahwa Raja Salman (84 tahun) memasuki Rumah Sakit Spesialis King Faisal di Riyadh, karena menderita peradangan di kantong empedu.

Kabar ini disambut oleh para aktivis yang berspekulasi tentang kematiannya, dikarenakan tidak ada pernyataan resmi mengenai kesehatannya sejak raja dirawat di rumah sakit.

Para aktivis juga menduga pembatalan pertemuan dengan PM Irak dan pertemuan lainnya menunjukkan situasi genting kerajaan, dan usaha MbS untuk mencegah berita kematian ayahnya sebelum ia benar-benar mengendalikan pemerintahan. (ARN)

Comments
Arrahmahnews AKTUAL, TAJAM DAN TERPERCAYA

Facebook

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 2.779 pelanggan lain

Pengunjung

  • 51.976.221 hit

Copyright © 2020 Arrahmahnews.com All Right Reserved.

To Top
%d blogger menyukai ini: