Amerika

Wali Kota New York Ancam Tuntut Trump Jika Ngotot Kerahkan Polisi Federal

Wali Kota New York Ancam Tuntut Trump Jika Ngotot Kerahkan Polisi Federal

York, ARRAHMMAHNEWS.COM Wali Kota New York Bill de Blasio pada hari Selasa (21/07) menegaskan bahwa administrasinya akan mengajukan tuntutan ke pengadilan untuk menghentikan Presiden Donald Trump mengirim pasukan federal ke kotanya meski dengan alasan untuk menumpas kejahatan yang meningkat.

Setelah Departemen Keamanan Dalam Negeri AS mengerahkan puluhan polisi Patroli Perbatasan dan marshal federal, banyak diantara mereka yang memakai seragam perang, ke Portland, Oregon, pekan lalu guna menangani protes anti-rasisme, Trump pada hari Senin mengatakan bahwa ia bisa melakukannya di kota-kota yang dipimpin Demokrat lainnya.

BACA JUGA:

Trump menyebut langkah itu diperlukan tetapi para kritikus menyebutnya sebagai sekedar aksi politik di tahun pemilihan.

Blasio mengatakan kepada wartawan bahwa Presiden Trump hanya mengatakan omong kosong karena semua perkataannya tidak pernah terwujud dengan benar.

“Jika ia mencoba melakukannya, itu hanya akan menciptakan lebih banyak masalah, itu akan menjadi bumerang, tidak akan membuat kita lebih aman dan kami akan segera mengambil tindakan di pengadilan untuk menghentikannya. Dari sudut pandang saya, ini akan menjadi contoh lain dari tindakan ilegal dan tidak konstitusional oleh seorang presiden”, tambah walikota Bill.

BACA JUGA:

Keputusan Trump untuk melakukan campur tangan dengan mengerahkan aparat penegak hukum federal berpakaian militer dalam protes lokal telah memicu kemarahan dan pertanyaan hukum.

Sejak pembunuhan pria Afrika-Amerika George Floyd oleh seorang perwira polisi Minneapolis pada 25 Mei memicu protes nasional terhadap rasisme dan kebrutalan polisi, Trump telah berusaha memanfaatkan hal ini dengan menggambarkan bahwa para demonstran adalah kaum radikal kiri yang berniat menghancurkan negara itu.

Menghadapi perjuangan berat untuk pemilihan kembali pada November melawan Joe Biden dari partai Demokrat, Trump menggunakan protes untuk menggalang dukungan dari basis konservatifnya. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: