NewsTicker

Manuver Berbahaya Dua Jet Tempur AS Pepet Pesawat Komersil Iran di Suriah

Manuver Berbahaya Dua Jet Tempur AS Pepet Pesawat Komersil Iran di Suriah Foto Satelit

Iran, ARRAHMAHNEWS.COMDua jet tempur AS telah melakukan beberapa manuver “berbahaya” dalam jarak yang sangat dekat dari sebuah pesawat Iran yang terbang dari Iran menuju Beirut, ketika pesawat itu terbang di atas ibukota Suriah Damaskus, melukai beberapa penumpang.

Insiden itu terjadi pada hari Kamis malam (23/07) melibatkan pesawat militer AS dan Penerbangan Mahan Air 1152 yang telah lepas landas dari Tehran dan sedang dalam perjalanan ke ibukota Lebanon, Berita Republik Islam Iran Broadcasting (IRIB), outlet berita penyiaran nasional Iran, melaporkan.

Badan itu menggambarkan manuver tersebut sebagai tindakan “provokatif dan berbahaya” yang memaksa pilot pesawat penumpang Iran untuk secara drastis menurunkan ketinggian dan melakukan pendaratan darurat di Damaskus.

BACA JUGA:

IRIB menggambarkan tindakan pencegahan cepat yang diambil oleh pilot Iran ini sebagai tindakan “berani” tetapi mengatakan hal itu menyebabkan beberapa penumpang mengalami cidera ringan. Beberapa penumpang mengatakan kepala mereka membentur langit-langit setelah pesawat harus terbang lebih rendah.

Sementara itu, rekaman menunjukkan darah mengalir dari bagian atas kepala satu dan beberapa orang lain yang menderita bekas luka, sementara satu penumpang terlihat berbaring tak sadarkan diri di lantai pesawat.

“Itu adalah pesawat tempur. Itu terbang tepat berdampingan dengan pesawat ini,” kata seorang penumpang.

Video lain menunjukkan sebuah jet tempur Israel diterbangkan dengan kecepatan sangat tinggi di wilayah udara Suriah setelah insiden itu.

BACA JUGA:

Ada banyak anak di bawah umur di antara penumpang. Menurut IRIB News, beberapa anggota kru juga menderita luka ringan.

Yang lain menunjukkan lengan kursinya yang telah patah setelah pesawat jatuh.

Reuters, sementara itu, mengutip “sumber bandara” yang tidak diketahui yang mengatakan bahwa pesawat Iran itu telah mendarat “dengan aman” di Beirut terlepas dari insiden tersebut.

Dalam sebuah pernyataan pada Jumat pagi, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi mengatakan, “Insiden ini sedang diselidiki. Karena langkah-langkah politik dan hukum akan diambil setelah menyelesaikan informasi yang ada”.

Ia, bagaimanapun, mengatakan Duta Besar Iran untuk PBB Majid Takht Ravanchi telah menegaskan kepada Sekretaris Jenderal badan dunia Antonio Guterres bahwa Republik Islam Iran akan menuntut Amerika Serikat, sekutu tertua dan terbesar Israel, untuk “bertanggung jawab” jika terjadi sesuatu terhadap pesawat Iran dalam perjalanan kembali ke rumah.

Kembali pada tahun 2018, pertahanan udara Suriah secara keliru menjatuhkan pesawat Rusia setelah jet tempur Israel menyembunyikan diri di belakangnya untuk menggunakannya sebagai pelindung mereka. Kecelakaan itu menyebabkan kematian 15 prajurit Rusia. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: