NewsTicker

Maskapai Emirates Kibarkan Bendera Putih Alias Bangkrut

Maskapai Emirates Kibarkan Bendera Putih Alias Bangkrut Maskapai Emirates

Dubai, ARRAHMAHNEWS.COM Emirates Airlines maskapai penerbangan jarak jauh terbesar di dunia, mengibarkan bendera putih (red;bangkrut) setelah berada di tepi jurang kebangkrutan karena terlilit masalah keuangan yang disebabkan penutupan lalu lintas udara dan perjalanan sejak wabah virus Corona menjadi epidemi global yang menyebabkan kelumpuhan planet.

Dalam konteks ini, Reuters mengkonfirmasi bahwa perusahaan Emirates menawarkan cuti pada para pilot dan karyawannya hingga empat bulan tanpa bayaran.

BACA JUGA:

Reuters yang mengutip e-mail Emirates Airlines yang dikirimkan kepada karyawan mengatakan, “sebagai akibat dari pembatasan perjalanan yang diberlakukan baru-baru ini dari beberapa negara di dunia, maskapai menawarkan kepada para pilot dan kru untuk mengambil cuti tanpa bayaran”.

“Kami memilih untuk menawarkan opsi ini sebagai langkah jangka pendek untuk mengurangi sumber daya keuangan kami”, tambahnya.

Pilot dan kru dibebastugaskan hingga empat bulan antara Agustus dan November, tetapi selama itu mereka masih menerima fasilitas seperti tinggal dengan biaya perusahaan, menurut Reuters.

Maskapai milik pemerintah Dubai sebelumnya juga telah memotong gaji dan mem-PHK ribuan karyawan, termasuk pilot dan kru perhotelan.

Menurut sumber anonim Bloomberg, Selasa (09/06), mayoritas korban PHK adalah para awak kabin. Sebagian dari total 3.000 teknisi pesawat dan para pilot yang biasa menerbangkan jenis pesawat jumbo Airbus SE A380 juga ikut jadi korban pemecatan.

Menurut Presiden Emirates Tim Clark, kendati pembatasan sosial sudah dihapus di berbagai negara, keselamatan penumpang tetap akan terancam bila tak ada jaminan keberadaan vaksin. Apalagi, armada A380 memiliki kapasitas besar, yakni 500 penumpang dan berpotensi menjadi medium besar penyebaran Covid-19.

BACA JUGA:

Emirates Airlines baru dapat mengoperasikan sejumlah penerbangan ke 58 tujuan pada bulan Agustus, dibandingkan dengan pengoperasian penerbangan ke 157 tujuan sebelum pandemi.

Emirates Airlines, maskapai terbesar di Timur Tengah yang mengoperasikan armada 270 pesawat berskala besar, menangguhkan penerbangannya pada akhir Maret karena virus Corona, dan melanjutkan dua minggu kemudian dengan pengurangan aktivitas.

Sebelum krisis, Emirates Airlines mempekerjakan sekitar 60.000 orang, termasuk 4.300 pilot dan sekitar 22.000 kru, menurut laporan tahunannya.

Asosiasi Transportasi Udara Internasional telah mengindikasikan bahwa kerugian penerbangan dapat mencapai lebih dari $ 84 miliar pada tahun ini, yang terbesar dalam sejarah. (ARN)

Sumber: Watanserb.com

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: