Amerika

Pejabat AS Akui 2 Jet Tempurnya Pepet Pesawat Penumpang Iran di Langit Suriah

Pejabat AS Akui 2 Jet Tempurnya Pepet Pesawat Penumpang Iran di Langit Suriah

Amerika Serikat, ARRAHMAHNEWS.COM Pejabat AS mengakui bahwa jet tempur mereka terbang mendekati pesawat penumpang Iran di langit Suriah, saat pesawat terbang dari Tehran menuju ke Beirut, Lebanon, namun AS mengklaim jet mereka terbang dalam jarak aman meski video yang beredar menunjukkan sebaliknya.

Sputnik pada Jum’at (24/07) melaporkan bahwa dua pejabat AS mengatakan hal ini kepada Reuters pada Kamis malam, mereka menyebut bahwa pesawat yang mencegat adalah F-15 Eagles Amerika, tetapi mengatakan mereka mendekati pesawat penumpang Iran pada jarak yang aman.

BACA JUGA:

Mengutip Fadi Hassan, kepala manajer Bandara Internasional Beirut-Rafik Hariri, Reuters melaporkan bahwa semua penumpang yang terluka hanya menderita luka ringan.

Sebuah video yang dibagikan oleh IRIB memperlihatkan siluet pesawat yang mengganggu tersebut yang menunjukkan dengan sangat jelas bahwa itu adalah jet tempur F-15 Eagle milik AS.

 

IRIB semula melaporkan hanya satu pesawat, yang diduga milik Israel melakukan “tindakan berbahaya” terhadap pesawat sipil Iran, Mahan Air. Pilot pesawat terbang ini kemudian dengan cepat mengurangi ketinggian untuk menghindari tabrakan.

Al-Hadath melaporkan empat penumpang yang terluka, dan pemerintah Lebanon mengatakan ada 150 penumpang di dalamnya dan semuanya selamat.

Video yang direkam di atas pesawat dan dibagikan di media sosial menunjukkan pesawat itu tersentak bolak-balik selama manuver saat penumpang menjerit.

BACA JUGA:

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) merilis pernyataan pada Kamis malam yang membantah klaim bahwa pesawat itu milik Israel. Sementara itu, media Suriah melaporkan ada dua pesawat yang mencegat, yang merupakan bagian dari koalisi internasional pimpinan AS, dan bahwa pencegatan itu terjadi di dekat pangkalan udara di Al-Tanf di Suriah tenggara yang ekstrim, yang dikontrol AS.

Pasca kejadian, Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan bahwa Duta Besar Iran untuk PBB Majid Takht Ravanchi telah menegaskan kepada Sekretaris Jenderal badan dunia Antonio Guterres bahwa Republik Islam Iran akan menuntut Amerika Serikat, sekutu tertua dan terbesar Israel, untuk “bertanggung jawab” jika terjadi sesuatu terhadap pesawat Iran dalam perjalanan kembali.

BACA JUGA:

Pesawat Iran yang sempat melakukan pendaratan darurat di Damaskus itu kemudian melanjutkan perjalanan dan mendarat di bandara Beirut dengan aman dan setelah itu kembali ke Tehran. Tidak jelas apakah pesawat membawa penumpang dalam penerbangan kembali atau tidak.

Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya sedang mempelajari apa yang terjadi pada pesawat itu untuk mengambil tindakan politik dan hukum yang diperlukan sebagai tanggapan.

Pada tahun 2018, pertahanan udara Suriah secara keliru menjatuhkan pesawat Rusia setelah jet tempur Israel menyembunyikan diri di belakangnya untuk menggunakannya sebagai pelindung mereka. Kecelakaan itu menyebabkan kematian 15 prajurit Rusia. (ARN)

Comments
Arrahmahnews AKTUAL, TAJAM DAN TERPERCAYA

Facebook

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 2.769 pelanggan lain

Pengunjung

  • 51.957.135 hit

Copyright © 2020 Arrahmahnews.com All Right Reserved.

To Top
%d blogger menyukai ini: