NewsTicker

4 Roket Hantam Pangkalan AS di Irak, Tuntutan Penarikan Pasukan AS Makin Bergema

4 Roket Hantam Pangkalan AS di Irak, Tuntutan Penarikan Pasukan AS Makin Bergema Peti Jenazah

Baghdad, ARRAHMAHNEWS.COM Empat roket Katyusha menghantam sebuah pangkalan militer yang digunakan oleh pasukan koalisi pimpinan-AS di selatan Baghdad, hingga menyebabkan beberapa kerusakan materi tetapi tidak ada korban.

Pangkalan Besmaya digunakan oleh pasukan Spanyol sebagai bagian dari upaya koalisi dalam perang melawan Daesh atau ISIS.

BACA JUGA:

Sejauh ini tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Irak Tuntut Penarikan Pasukan AS

Amerika mengklaim pihaknya berencana secara bertahap mengurangi jumlah pasukannya di Irak, seorang anggota parlemen senior Irak menyebut penarikan sebagian itu tidak dapat diterima dan mendesak pengusiran semua pasukan asing.

Mayor Jenderal Kenneth Ekman, wakil komandan pasukan koalisi, mengatakan kepada wartawan pada hari Kamis bahwa AS akan “perlahan-lahan” mengurangi jumlah pasukannya di Irak dari waktu ke waktu.

Dia mengatakan AS akan mengurangi “jejaknya” di Irak karena kebangkitan Daesh yang dikhawatirkan belum terjadi. “Saya pikir seiring waktu, apa yang akan Anda lihat adalah pengurangan pasukan AS secara perlahan,” tambahnya.

Dia menegaskan bahwa pasukan AS akan menyerahkan kendali pangkalan Besmaya di selatan Baghdad kepada pasukan Irak pada hari Sabtu, dan kontingen pasukan Spanyol akan pulang.

BACA JUGA:

Namun, seorang anggota parlemen senior Irak mengatakan penarikan sebagian itu tidak dapat diterima, dan mendesak Perdana Menteri Mustafa al-Kadhimi untuk mengejar pengusiran semua pasukan asing pimpinan AS sesuai keputusan Parlemen Irak.

Mukhtar al-Musawi, anggota Aliansi Fatah di Parlemen Irak, mengatakan angkatan bersenjata Irak sepenuhnya siap untuk membela negara terhadap bahaya, dan menambahkan tidak ada kebutuhan untuk tentara AS.

Dia mengatakan rencana penarikan pasukan AS secara “perlahan-lahan” dari Irak terutama ditujukan untuk “membunuh waktu”, dan menambahkan PM Kadhimi harus membahas masalah ini dengan para pejabat Amerika dalam perjalanannya ke Washington.

“Kami akan mengambil posisi yang berbeda jika jadwal tidak diumumkan untuk penarikan pasukan AS,” katanya.

Sentimen anti-AS telah meningkat di Irak setelah pembunuhan atas komandan anti-teror Iran Letnan Jenderal Qassem Soleimani dan komandan senior Irak Abu Mahdi al-Muhandis, di luar bandara Baghdad.

BACA JUGA:

Dua hari setelah pembunuhan, parlemen Irak memilih resolusi yang menyerukan diakhirinya kehadiran semua pasukan asing, termasuk Amerika.

Alih-alih mengakhiri pendudukan, Washington justru mengancam sanksi jika pasukan AS dikeluarkan dari Irak.

Pada hari Senin, stasiun televisi Irak, Etejah, menyiarkan video animasi yang memperlihatkan barisan peti mati yang dibungkus dengan bendera Amerika di helikopter, saat lepas landas dari gurun, kendaraan militer AS kemudian ditampilkan terbakar. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: