Cerita Horor Penumpang Pesawat Iran Saat Diganggu Jet Tempur AS

Cerita Horor Penumpang Pesawat Iran Saat Diganggu Jet Tempur AS
Penumpang Mohan Air

Lebanon, ARRAHMAHNEWS.COM  Apa yang diklaim Angkatan Udara AS sebagai “inspeksi visual” rutin atas sebuah pesawat komersial Iran di langit Suriah ternyata menjadi horor bagi semua orang di dalamnya. Para penumpang pesawat menceritakan pengalaman mengerikan yang mereka alami itu kepada agensi video Ruptly milik saluran RT, sesaat setelah drama itu berakhir.

Adam Hazimah dan Feryal al-Ali, sepasang suami-istri Lebanon, adalah termasuk di antara belasan penumpang yang naik Mahan Airlines Penerbangan 1152 yang berangkat dari Teheran Kamis pagi. Saat terbang menuju Beirut, Lebanon, Airbus A310 melewati wilayah udara Suriah dalam perjalannya, dengan penumpang maupun pilot tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan.

BACA JUGA:

Jet F-15 AS

Ketika pesawat itu terbang di atas gurun Suriah dekat dengan perbatasan Irak, para penumpang terkejut melihat apa yang tampak seperti sepasang jet tempur F-15 berwarna abu-abu begitu dekat dengan pesawat mereka. Media Iran juga melaporkan bahwa ada dua pesawat tempur, meskipun Pentagon kemudian mengatakan hanya satu jet yang dikirim untuk melakukan “inspeksi visual” guna melihat apakah pesawat komersial itu membahayakan pasukan AS di pangkalan militer Al-Tanf di Suriah atau tidak.

Duduk di sisi kanan pesawat, al-Ali, sang istri, melihat jet tempur mendekat. “Saya baru saja melihat mereka, tetapi saya merasa ada sesuatu yang salah karena, sejauh yang saya tahu, tidak boleh ada pesawat apapun di sekitar (pesawat lain),” katanya kepada Ruptly.

BACA JUGA:

Kemudian Pilot bereaksi cepat untuk menghindari tabrakan, mengubah ketinggian dengan cepat, dan memicu kekacauan dan ketakutan di antara para penumpang.

Ada “serangan besar … yang menakutkan, lalu kami merasakan pesawat mengubah arahnya,” ujar Hazimah, sang suami.

“Kepanikan terjadi dengan suara para wanita menangis dan berteriak ketakutan ketika para penumpang mengira pesawat itu tertabrak, dan bersiap-siap untuk sesuatau yang tak terhindarkan,” tambah pria itu.

“Kami merasa bahwa kami akan mati, tinggal melihat api dan asap saja,” katanya.

“Ketika Airbus itu turun, penumpang terlempar ke udara dan sabuk pengaman terputus, sementara banyak anak-anak berguling-guling sepanjang lorong karena mereka ringan,” kata Hazimah.

Sang Istri, Al-Ali, menambahkan, “Penumpang terlempar ke atas dan ke bawah, Aku melihat mereka jatuh di depanku. Aku melihat ponsel, koper, orang-orang, anak-anak, dan darah.”

Al-Ali berkata bahwa ia merasa tak berdaya di tengah kekacauan seperti itu. “Orang-orang berteriak keras. Rasanya anda hampir mati tetapi tidak bisa berbuat apa-apa. Misalnya, anda melihat anak anda berdarah, orang-orang berbaring di lantai, tetapi tidak bisa melakukan apa pun selain pasrah,”katanya.

Hazimah memberi tahu Ruptly bahwa dia memiliki perasaan yang serupa.

BACA JUGA:

Seluruh pengalaman telah menjadi film horor panjang yang secara psikologis terus mempengaruhi semua penumpang hingga saat ini.

“Untungnya, Airbus itu melanjutkan perjalanannya dan akhirnya mendarat di Beirut. Kami keluar dengan tenang dan damai seolah-olah tidak ada yang terjadi,” kata al-Ali.

Setelah kami meninggalkan pesawat dan memasuki bandara, kami mulai ingat apa yang terjadi. Kami semua merasa syok.”

Beberapa penumpang dirawat karena cedera, dengan pesawat kembali ke Teheran di kemudian hari. Komando Pusat AS, yang mengawasi wilayah Timur Tengah, mengomentari berita itu, bersikeras bahwa “inspeksi” dilakukan dengan cara yang aman, klaim yang dengan tegas ditolak Teheran, maupun para penumpang pesawat. (ARN)

About Arrahmahnews 26651 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.