Internasional

Wasekjen Hizbullah: Biarkan Israel Menebak Pembalasan Apa yang Akan Mereka Terima

Lebanon, ARRAHMAHNEWS.COM Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Hizbullah, Sheikh Naim Qassem, menolak untuk membocorkan bagaimana nanti respon Hizbullah atas pembunuhan salah satu pejuangnya di Suriah oleh Israel, mengatakan bahwa Hizbullah membiarkan rezim Zionis itu menebak-nebak respon seperti apa yang akan mereka terima dari gerakan perlawanan Lebanon itu.

Dalam wawancaranya dengan televisi Al-Mayadeen pada Minggu Malam (26/07), Sheikh Qassem menekankan bahwa kelompok perlawanan tidak akan membiarkan musuh Israel untuk mengendalikan aturan permainan, menegaskan kembali kemampuan kelompok perlawanan untuk memenangkan perang melawan rezim Zionis tersebut.

BACA JUGA:

Namun wakil pemimpin gerakan Hizbullah itu menampik kemungkinan perang besar-besaran untuk saat ini antara kelompoknya dan Israel meskipun ada peningkatan ketegangan sejak minggu lalu.

“Suasananya tidak mengindikasikan perang… Kebingungan politik Israel dan harapan yang rendah dari hasil perang serta “rawa” Presiden AS Donald Trump menghilangkan kemungkinan letusan perang yang segera terjadi. Tidak memungkinkan ada suasana perang dalam beberapa bulan ke depan”, kata Sheikh Naim Qassem dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi al Mayadeen.

Dalam sebuah wawancaranya Sheikh Qassem menegaskan bahwa apa yang terjadi di Suriah adalah serangan Israel yang membuat gugur syahid Ali Kamel Mohsen, tanpa menyebut pembalasan seperti apa yang akan diberikan oleh Hizbullah.

“Biarkan Israel menebak-nebak dan memperhitungkan sendiri soal ini”, ujar Wasekjen Hizbullah itu, menambahkan bahwa tanggapan perlawanan terhadap perang Zionis akan menggunakan kemampuan militer yang jauh lebih berkembang daripada yang digunakan selama Perang 2006.

BACA JUGA:

Mengomentari intersepsi AS terhadap pesawat penumpang Iran di wilayah udara Suriah, Sheikh Qassem menekankan bahwa Amerika ingin membuat frustasi dan menonaktifkan pakta strategis antara Iran dan Suriah.

“Tidak adanya proyek strategis AS di Timur Tengah akan memungkinkan poros perlawanan untuk mencapai lebih banyak kemenangan”.

Sheikh Qassem mengindikasikan bahwa negara-negara utama tidak ingin membantu Lebanon secara finansial untuk memaksakan negara itu memainkan peran yang melayani kepentingan Israel di kawasan.

BACA JUGA:

“Hizbullah memperjuangkan kekuatan dan kemerdekaan Lebanon”, kata Sheikh Qassem, menambahkan bahwa popularitas partailah, dan bukan kekuatan militer, yang telah memungkinkannya untuk memiliki wakil secara efektif di parlemen dan pemerintah.

Dalam kesempatan yang sama, Sheikh Qassem juga mengindikasikan bahwa Turki berusaha membangun pengaruh politik di Lebanon utara melalui dukungan kepada sejumlah tokoh, seperti Ashraf Rifi dan Nabil Al-Halabi. (ARN)

Comments
Arrahmahnews AKTUAL, TAJAM DAN TERPERCAYA

Facebook

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 2.753 pelanggan lain

Copyright © 2020 Arrahmahnews.com All Right Reserved.

To Top
%d blogger menyukai ini: