Arab Saudi

Memalukan, Komisi HAM OKI Lupakan Yaman dalam Pesan Solidaritas untuk Muslim Dunia

Memalukan, Komisi HAM OKI Lupakan Yaman dalam Pesan Solidaritas untuk Muslim Dunia

Arab Saudi, ARRAHMAHNEWS.COM Komisi HAM Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dalam pesan Hari Raya Idul Adha mereka, Jumat (31/07), tidak menyebutkan Yaman saat menyuarakan solidaritas untuk umat Islam yang menjadi korban kekerasan dan diskiriminasi di dunia, sementara menyebut Palestina, India, Kashmir, dan Rohingya. Bertahun-tahun setelah agresi dan blokade Arab Saudi, PBB menetapkan Yaman sebagai negara dengan krisis kemanusiaan terparah di dunia.

“OIC-IPHRC (Komisi HAM OKI), pada hari raya suci Idul Adha, mengungkapkan solidaritas dengan jutaan Muslim yang menderita berbagai bentuk #diskriminasi dan kekerasan di seluruh dunia dalam kasus kronis tertentu #Palestina , wilayah pendudukan #India,  Jammu dan #Kashmir dan Muslim #Rohingya di Myanmar,” tulis organisasi di akun twitter mereka, tanpa menyebutkan Yaman.

BACA JUGA:

KOMISI HAM OKI yang didirikan pada KTT ke-38 pada 2011 itu, seharusnya secara adil memperjuangkan hak-hak sipil seluruh negara anggotanya, tidak peduli meski mereka bermarkas di Jeddah. Komisi ini juga tidak menyuarakan kecaman atas koalisi Arab Saudi yang memulai agresi dan blokade pada 2015, mengakibatkan jutaan warga sipil Yaman saat ini hidup dalam bencana kelaparan.

Ironisnya, dihari yang sama dengan pernyataan timpang Komisi tentang kekerasan terhadap muslim dunia tanpa menyuarakan penderitaan Yaman itu, koalisi Arab Saudi melakukan serangan ke berbagai provinsi Yaman.

“Koalisi Agresor Saudi dan tentara bayarannya, pada hari Raya Idul Adha, Jumat (31/07), terus membombardir sejumlah provinsi di Yaman, menyebabkan kerusakan pada properti publik dan pribadi masyarakat yang seharusnya sedang merayakan Hari Besar Islam. Koalisi ini juga melanggar Perjanjian Stockholm di Hodeidah dengan sejumlah serangan,” lapor Al-Masirah.

BACA JUGA:

Sejak Maret 2015, Arab Saudi dan beberapa sekutu Arabnya telah melakukan serangan udara mematikan terhadap gerakan Houthi Ansarullah dalam upaya untuk mengembalikan kekuasaan kepada mantan presiden yang buron, Abd Rabbuh Mansour Hadi, sekutu dekat Riyadh.

Ribuan warga sipil telah terbunuh di Yaman sejak kampanye pemboman yang dipimpin Saudi dimulai.

Menurut angka-angka UNICEF, perang Saudi telah berdampak pada lebih dari tujuh juta anak-anak di Yaman yang kini menghadapi ancaman kelaparan serius.

“Lebih dari 6.000 anak telah terbunuh atau menderita luka serius sejak 2015”, kata badan anak-anak PBB itu. Situasi kemanusiaan di negara itu juga telah diperburuk oleh wabah kolera, polio, campak dan baru-baru ini virus korona. (ARN)

Comments
Arrahmahnews AKTUAL, TAJAM DAN TERPERCAYA

Facebook

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 2.769 pelanggan lain

Pengunjung

  • 51.956.990 hit

Copyright © 2020 Arrahmahnews.com All Right Reserved.

To Top
%d blogger menyukai ini: