Amerika

Analis Politik: Trump Usul Tunda Pemilu Karena Takut Kalah

Analis Politik: Trump Usul Tunda Pemilu Karena Takut Kalah

Amerika Serikat, ARRAHMAHNEWS.COM Seorang analis politik mengatakan bahwa cuitan Presiden AS Donald Trump baru-baru ini berupa gagasan untuk menunda pemilihan mendatang menunjukkan bahwa ia takut kalah dalam pemungutan suara tersebut.

“Trump takut dia akan kalah dalam pemilihan. Dia tahu dia telah kehilangan kendali atas media…. Kebanyakan dari apa yang dia katakan adalah kebohongan. Tetapi jika masyarakat mempercayainya, dia bisa lolos begitu saja. Gagasan untuk menunda pemilihan juga merupakan pengalihan. Ia mempresentasikannya untuk mengatur siasat bagi kampanye untuk melemahkan legitimasi dari hasilnya nanti. Presiden tidak bisa mengubah tanggal pemilihan. Waktunya diatur dalam Konstitusi AS,” ujar Edward Corrigan dari Ontario mengatakan kepada Tasnim, Sabtu (01/08).

BACA JUGA:

Edward C. Corrigan adalah pakar Sosial Hukum di Ontario, Kanada dalam  masalah Kewarganegaraan, Imigrasi serta Undang-undang Imigrasi dan Pengungsi. Dia juga seorang analis dan komentator untuk sejumlah media di seluruh dunia.

Corrigan menjelaskan bahwa Trump telah mengatakan banyak hal gila di Twitter termasuk pengumuman berbagai pemecatan dan keputusan kebijakan utama. Trump telah menggunakan media sosial dengan sepenuh hati. Dia memiliki jutaan pengikut Twitter. Dia telah menciptakan media yang besar untuk dirinya sendiri. Dia adalah bintang acara Realita TV dan tahu bagaimana memanipulasi publik dan menarik perhatian.

“Namun, badai yang telah dia buat karena kurangnya tindakan politik yang efektif, pelukannya dukungannya terhadap supremasi kulit Putih, penolakannya untuk menjatuhkan patung Jenderal Konfederasi atas dukungan mereka untuk perbudakan, serangannya terhadap orang-orang Latin, Imigran dan pengungsi, serangannya terhadap “Black Lives Matters,” dan banyak kesalahan langkah lainnya telah memicu reaksi penentangan terhadap Trump. Salah ejaan dan kesalahannya di Twitter sangat memalukan. Trump telah memecat banyak anggota kabinet dan stafnya,” ujar Corrigan menjabarkan berbagai kesalahan Trump.

Dalam cuitannya Kamis lalu, Presiden Donald Trump mengusulkan untuk menunda pemilihan presiden Amerika Serikat yang seharusnya digelar pada 3 November mendatang dengan dalih keamanan di tengah pandemi Covid-19.

BACA JUGA:

“Tunda pemilu hingga semua orang dapat memilih secara layak dan aman???” kata Trump melalui kicauan di Twitter, Kamis (30/7).

Trump melontarkan usulan ini ketika berbagai pihak mulai membicarakan kemungkinan menggelar pemilu dengan sistem mail-in.

Dengan sistem ini, warga akan menerima kertas suara yang dikirimkan ke tempat tinggal masing-masing. Mereka kemudian mengisi surat suara tersebut dan mengirimkannya kembali ke pihak berwenang.

Menurut Trump, sistem tersebut berisiko membuat penghimpunan dan penghitungan suara dalam pemilu tidak akurat.

“Dengan pemilihan mail-in, 2020 akan menjadi pemilu paling tidak akurat dan curang sepanjang sejarah. Akan sangat memalukan bagi AS,” tulis Trump. (ARN)

Comments
Arrahmahnews AKTUAL, TAJAM DAN TERPERCAYA

Facebook

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 2.781 pelanggan lain

Pengunjung

  • 52.012.061 hit

Copyright © 2020 Arrahmahnews.com All Right Reserved.

To Top
%d blogger menyukai ini: