Headline News

Ancaman Hizbullah Paksa Israel Terus Siaga dalam Ketidakpastian

Lebanon – Pada suatu hari di musim panas di bulan Juli, dimana orang-orang Lebanon tengah menjalani hari mereka seperti biasa, mendadak datang laporan bahwa entitas “Israel” mengklaim telah terjadi “sebuah insiden keamanan di Perkebunan Shebaa” dan bahwa bentrokan antara Pasukan Pendudukan “Israel” [IOF] dan Gerakan Perlawanan Lebanon Hizbullah telah terjadi.

Sebagai buntut dari serangan khayalan itu, muncul laporan yang saling bertentangan dari pihak-pihak “Israel” sendiri, sementara warga Lebanon menunggu Hizbullah dengan sabar untuk mengeluarkan pernyataannya … beberapa jam yang terasa seperti seumur hidup bagi musuh.

Pada hari yang sama, Hizbullah mengeluarkan pernyataan mengomentari peristiwa yang terjadi. Mereka membantah semua laporan dan pernyataan yang diedarkan oleh media serta pejabat militer Israel.

Baca: Al-Akhbar: Pasukan Israel Berburu Hantu Hizbullah di Perbatasan Lebanon

Pernyataan gerakan Perlawanan itu diakhiri dengan kalimat: “Selalu Ada Besok”; sebuah kalimat yang lebih dari cukup untuk membuat entitas “Israel” ketakutan dan terpaksa harus terus memposisikan diri dalam siaga tinggi; mengerahkan unit militer tambahan dan sistem pertahanan ke perbatasan.

Pernyataan Hizbullah sebenarnya sudah cukup buruk menunjukkan kebohongan konyol entitas “Israel” tentang serangan oleh gerakan perlawanan itu, yang dilakukan demi menyelamatkan muka, dan berpura-pura menjadi tentara tak terkalahkan. Namun janji yang ditambahkan dalam pernyataan oleh gerakan perlawanan, yang memastikan tanggapan atas kesyahidan Ali Kamel Mohsen di Suriah, bagaikan menabur garam diatas luka mereka.

Beberapa hari telah berlalu dan entitas “Israel” hanya bisa makin gelisah dan gelisah, menunggu tanggapan pembalasan Hizbullah, sebuah respon yang oleh para pakar Israel disebut pasti akan datang.

Baca: Terungkap, Rincian Proses Politik Dibalik Perang Hizbullah Vs Israel 2006

Pada hari-hari berikutnya, komentator militer “Israel” bertaburan di seluruh outlet media entitas tersebut. Laporan dan analisis media bervariasi, beberapa menyampaikan sudut pandang optimis, sementara yang lain memberikan analisis yang realistis, lebih membumi dari peristiwa itu, tetapi semuanya sama, sama-sama ingin ikut unjuk gigi.

Channel 11Entitas “Israel”, berdasarkan evaluasi IOF, melaporkan bahwa “Israel” akan menghadapi “hari-hari sulit di depan kita; sangat mungkin bahwa Hizbullah akan melakukan serangan lagi [perlu diingat tidak ada serangan sebelumnya sebagaimana mereka klaim saat itu] ”. Ia menambahkan, “Perhatian, kewaspadaan dan penguatan pasukan di darat harus terus berlanjut”.

Sementara itu, koresponden militer senior untuk Saluran 13 “Israel”, Alon Ben David, mengomentari ketegangan di sepanjang perbatasan utara entitas dengan perkiraan bahwa “Hizbullah tidak akan ragu untuk bertindak di Hari Raya Idul Adha [Hari Raya Terbesar Islam kedua]”.

Baca: Rusia: AS Tidak Dapat Lucuti Hizbullah Melalui Sanksi

Ia menegaskan bahwa berdasarkan penilaian IOF, “[Sekretaris Jenderal Hizbullah Sayyed Hassan] Nasrallah memberi perintah kepada para pejuangnya untuk bertindak agresif melawan tentara” Israel “.

Dalam konteks yang sama, Amir Bohbot, seorang pakar militer “Israel” menulis di situs web bahasa Ibrani “Walla”, bahwa IOF telah memperkuat pasukannya di perbatasan utara entitas dengan cara yang “lebih luas dibandingkan dengan Perang Lebanon Kedua pada tahun 2006 ”.

Bohbot memperingatkan “kemungkinan pertempuran panjang” dengan Kelompok Perlawanan dan menjelaskan bahwa “artileri berat dikerahkan secara besar-besaran, dan lebih banyak layanan intelijen dikirim, untuk ‘mencegah’ Hezbollah dari bahkan berpikir untuk melakukan sesuatu”.

Baca: Al-Akhbar: Pasukan Israel Berburu Hantu Hizbullah di Perbatasan Lebanon

Harian “Israel” “Yedioth Ahronoth” juga turut ambil bagian dalam ketegangan itu. Ron Ben Yishai, koresponden perang “Israel”, menulis, “Hizbullah membanggakan diri dengan membuat tentara Israel terus dalam keadaan siaga dan memaksa ‘negara’ Israel” ‘untuk menyia-nyiakan kapasitas mobilisasi tentara “.

Ben Yishai mengakui bahwa Hezbollah telah dengan sengaja memanfaatkan permainan ketidakpastian ini dengan mengatakan, “Tidak ada keraguan bahwa (ketidakpastian) ini adalah bagian dari daftar balas dendam Hizbullah, dan mereka telah berhasil mencapainya”.

Sementara pernyataan dan komentar yang dirilis, Channel 13 entitas “Israel” dengan mengutip IOF melaporkan bahwa “tentara telah mengosongkan pos-posnya di daerah Ras Naqura”.

Sementara itu, dalam upaya untuk meningkatkan moral di entitas “Israel”, Bani Gantz, Menteri Perang “Israel”, membuat pengumuman yang mendebarkan di radio “Israel” pagi itu.

Gantz meyakinkan warga “Israel” dengan mengatakan, “Kami masih siap sepenuhnya. Libanon akan memikul tanggung jawab atas serangan apa pun. Siapa pun yang mencoba menyakiti kita, saya tidak bermaksud menyia-nyiakan kesempatan ini jika seseorang memaksa saya untuk melakukannya ”.

Baca: Video Tentara Israel Sembunyi di Kamp Avivim Karena Takut Jadi Target Hizbullah

Meskipun, gonggongan Gantz lebih buruk daripada gigitannya, ia mengancam Perlawanan, “Jika mereka menyinggung ‘negara” Israel “, kami akan merespons dengan kekuatan yang kami pikir perlu dan akan sulit”.

Yang perlu diperhatikan adalah kebenaran yang terkait dengan serangan imajiner karangan Israel itu pada akhirnya terungkap.

Dongeng “Israel” tentang serangan Hizbullah di perbatasan itu berakhir ketika Channel 10 entitas merilis rincian “serangan” 27 Juli, dimana seorang prajurit pemula hampir memicu perang “ilusi” dengan Hizbullah.

Menurut penyiaran “Israel” itu, seorang prajurit wanita berusia 19 tahun, yang bertugas di pangkalan militer di daerah Pertanian Shebaa yang diduduki, “mendeteksi” sebuah kelompok bersenjata dan ini adalah awal semua mimpi buruk memalukan ini terjadi.

Sungguh akhir yang sempurna untuk sebuah dongeng yang ternyata hanya menjadi adegan komik dari tragedi melodramatik “Israel”.

Jika Vladimir dan Estragon menunggu Godot* yang tidak pernah datang, “Israel” tidak akan bisa seperti itu, karena tanggapan Hezbollah pasti akan datang. (ARN)

Catatan: Menunggu Godot adalah sebuah cerita dramatik Samuel Beckett. “Waiting for Godot” (Menunggu Godot), yang pentas perdananya diadakan pada tahun 1953 di Paris, berkisah tentang absurditas dari dua orang yang bernama Vladimir dan Estragon. Dua orang tersebut, dengan tanpa kepastian, menunggu seseorang yang bernama Godot yang sebenarnya sama sekali tidak mereka kenal. Mereka menghibur diri dengan makan, tidur, berbicara banyak, berdebat, menyanyi, bermain kartu, berolahraga, merenung, bahkan mencoba untuk bunuh diri. Mereka hanya terus berdebat tanpa berbuat apapun. Dan semuanya ternyata sia-sia, karena Godot tak pernah datang.

Comments
Arrahmahnews AKTUAL, TAJAM DAN TERPERCAYA

Facebook

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 2.780 pelanggan lain

Pengunjung

  • 52.002.675 hit

Copyright © 2020 Arrahmahnews.com All Right Reserved.

To Top
%d blogger menyukai ini: