Internasional

AS Hanya Peduli Minyak Bukan Rakyatnya

AS Hanya Peduli Minyak Bukan Rakyatnya

Baghdad, ARRAHMAHNEWS.COM Seorang pejabat dari Pasukan Mobilisasi Populer Irak atau Hashd al-Shaabi mengatakan Washington hanya peduli pada penjarahan minyak Irak, dan tidak peduli terhadap rakyatnya.

“Amerika Serikat hanya bermaksud untuk mengeksploitasi kebutuhan rakyat kita untuk mencapai tujuannya sendiri,” jaringan televisi Irak mengutip Ahad al-Khazali, pemimpin Asa’ib Ahl al-Haq, yang merupakan bagian dari PMU, dalam pidato yang disiarkan televisi pada kesempatan Idul Adha pada hari Jumat.

BACA JUGA:

Dia menekankan bahwa Presiden AS hanya memikirkan cara mengendalikan ladang minyak Irak dan bagaimana mengamankan perjanjian di bidang kelistrikan dengan pemerintah Irak.

Khazali kemudian menyerukan kepada pemerintah Baghdad untuk segera mengimplementasikan perjanjian kerangka kerja yang ditandatangani pemerintah pada tahun lalu dengan perusahaan Jerman, Siemens, untuk meningkatkan jaringan listrik negara.

Pemerintahan Trump mendorong tercapainya kesepakatan antara Washington, Baghdad dan enam negara Teluk Persia untuk menghubungkan jaringan listrik nasional Irak dengan yang dimiliki Dewan Kerjasama Teluk Persia (GCC).

“Bisakah pemerintah tidak menyerah pada tekanan AS?” al-Khazali bertanya, dan menggarisbawahi bahwa penyelesaian perjanjian adalah “keputusan yang berdaulat.”

Irak bergantung pada Iran untuk perdagangan dan gas alam yang menghasilkan 45% dari listriknya. Iran mentransmisikan 1.200 megawatt secara langsung, menjadikan dirinya sumber energi yang sangat diperlukan bagi tetangga Arabnya, tetapi Amerika Serikat berusaha untuk menjauhkan Baghdad dari Teheran.

BACA JUGA:

AS telah mendaftarkan perusahaan dan sekutunya seperti Arab Saudi untuk menggantikan Iran sebagai sumber energi Irak.

Khazali memperingatkan terhadap upaya oleh outlet media asing tertentu untuk mengambil keuntungan dari protes anti-pemerintah.

“Beberapa outlet media yang menerima uang dari luar negeri telah mendorong para remaja untuk pesimisme dan putus asa. Mereka secara terbuka mendorong konflik. Ada rencana berbahaya untuk mendapat untung dari protes,” katanya.

Baru-baru ini orang-orang turun ke jalan-jalan di ibukota Irak dan kota-kota lain dalam demonstrasi menentang korupsi, pengangguran, dan layanan publik yang buruk.

Kementerian Dalam Negeri Irak telah memperingatkan bahwa ada “kelompok-kelompok kriminal” di Lapangan Tahrir di Baghdad, yang berusaha menciptakan kekacauan dan memukul para pengunjuk rasa.

Sekitar 550 orang tewas dalam gelombang demonstrasi itu dan 30.000 lainnya terluka.

Perdana Menteri baru Irak Mustafa al-Kadhimi telah berjanji untuk berdialog dengan para pemrotes dan telah meminta daftar lengkap semua orang yang telah terbunuh dan terluka selama protes berbulan-bulan dalam upaya untuk menempatkan mereka yang bertanggung jawab diadili dan memberikan kompensasi.

Kembali pada 25 Mei, Khazali mengecam keras kehadiran militer AS di Irak, dengan mengatakan cengkeraman AS dimaksudkan untuk menjaga keamanan dan kepentingan rezim Israel bukan Irak.

“Ada keinginan nasional yang menolak kehadiran pasukan asing di tanah Irak. Ada pembicaraan mengenai niat AS untuk menarik diri dari Irak, tetapi kami meragukannya,” katanya saat itu.

BACA JUGA:

Pemimpin senior Hashd al-Shaabi menambahkan, “Kehadiran (militer) AS di Irak dimaksudkan untuk melindungi keamanan dan kepentingan rezim Israel. Kita juga bukan panglima perang atau haus darah, melainkan patriot yang mencari martabat dan kedaulatan bangsa Irak.”

Sentimen anti-AS telah meningkat di Irak setelah pembunuhan komandan anti-teror Iran Letnan Jenderal Qassem Soleimani, komandan Pasukan Quds dari Korps Pengawal Revolusi Islam Iran, dan Abu Mahdi al-Muhandis, wakil kepala PMU, dan rekan-rekan mereka dalam serangan drone AS yang disahkan oleh Presiden Donald Trump di dekat Bandara Internasional Baghdad pada 3 Januari. (ARN)

Comments
Arrahmahnews AKTUAL, TAJAM DAN TERPERCAYA

Facebook

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 2.781 pelanggan lain

Pengunjung

  • 52.012.926 hit

Copyright © 2020 Arrahmahnews.com All Right Reserved.

To Top
%d blogger menyukai ini: