NewsTicker

Rouhani: Musuh Gunakan Perang Psikologis untuk Hambat Kemajuan Ekonomi Iran

Iran, ARRAHMAHNEWS.COM – Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan bahwa salah satu strategi utama musuh untuk membahayakan ekonomi Iran, selain dengan menjatuhkan sanksi, adalah dengan menggambarkan citra buruk kebijakan ekonomi pemerintah dan mengecilkan pencapaian besar negara, melalui perang psikologis.

Dalam pidatonya pada sesi hari Selasa (04/07) di Kantor Pusat Koordinasi Ekonomi Pemerintahan, Rouhani merujuk pada khotbah Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyed Ali Khamenei baru-baru ini yang berkomentar tentang rencana jangka pendek dan jangka panjang musuh untuk membahayakan ekonomi Iran.

“Musuh menggunakan cara memutar balik fakta sesungguhnya (tentang Iran) dan menggunakan sanksi pada saat yang bersamaan, untuk menghambat kemajuan ekonomi Iran dan memicu kekecewaan (rakyat) pada berbagai prestasi (yang telah dicapai),” ujar presiden memperingatkan.

Baca: Pemimpin Revolusi Iran: Sanksi AS Lebih Rapuh dari Ekonomi Iran

“Salah satu strategi utama musuh dalam perang ekonomi yang keras dan cerdas adalah dengan membuat rakyat Iran merasa kecewa dan melemahkan para pejuang di garis depan pertempuran ekonomi,” tambah Rouhani.

Ia juga memuji apa yang dilaksanakan pemerintahannya atas situasi di bawah sanksi yang belum pernah terjadi sebelumnya dan perang ekonomi parah selama lebih dari dua tahun setengah terakhir, dengan mengatakan bahwa pemerintah telah sangat mengurangi ketergantungan negara pada pendapatan minyak, memasok bahan pokok, dan melanjutkan proses ekspor non-minyak.

Dalam khotbahnya pada hari Jumat, Ayatollah Khamenei mengecam “gerakan penyimpangan kebenaran” yang dilancarkan musuh, di samping sanksi yang mereka terapkan. Ia mengatakan, “Bersamaan dengan sanksi … ada gerakan mendistorsi kebenaran juga. Ada juga orientasi untuk mendistorsi kebenaran: Mendistorsi fakta dan menggambarkan realitas secara sebaliknya, termasuk kenyataan tentang negara kita.”

Baca: Abaikan Sanksi AS, Iran-Venezuela Lanjutkan Kerjasama Ekonomi

Pemimpin Iran itu juga memperingatkan bahwa musuh “ingin membuat kaum muda kita kecewa dan menghilangkan antusiasme dan dinamisme mereka sedemikian rupa sehingga mereka akan kehilangan peran perintis dan kepemimpinan mereka.” (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: