NewsTicker

Terbelit Skandal Suap Kereta Api oleh Saudi, Raja Spanyol Asingkan Diri

Foto Raja Salman dan Raja Spanyol

Spanyol, ARRAHMAHNEWS.COM Mantan raja Spanyol, Raja Juan Carlos I, mengatakan bahwa dirinya meninggalkan Spanyol untuk tinggal di negara lain di tengah skandal suap oleh Arab Saudi terkait proyek kereta Api.

Situs web keluarga kerajaan pada hari Senin (03/08) menerbitkan surat dari Juan Carlos kepada putranya, Raja Felipe VI, yang mengatakan, “Saya memberitahukan anda tentang keputusan saya untuk pindah, selama periode ini, keluar dari Spanyol”.

BACA JUGA:

Juan Carlos, dalam surat itu, mengatakan bahwa dirinya membuat keputusan tersebut dengan latar belakang dampak publik dari episode-episode tertentu dari kehidupan pribadinya di masa lalu.

Juan Carlos mengatakan bahwa ia ingin memastikan dirinya tidak membuat peran putranya sulit, menambahkan “kehormatan dan martabat saya, menuntutnya harus begitu”. Mantan Raja Spanyol itu menurut laporan TIME,  tidak mengatakan ke negara mana akan pindah.

Pengacara Juan Carlos, Javier Sánchez-Junco Mans, mengatakan dalam sebuah pernyataan yang di emailkan bahwa mantan raja telah memintanya untuk menjelaskan bahwa meskipun ia akan berada di luar Spanyol, ia bermaksud untuk bersedia bekerja sama dalam penyelidikan.

BACA JUGA:

Pada Maret lalu, media Swiss melaporkan dugaan suap kerajaan terkait proyek kereta api di Arab Saudi.

Juan Carlos I diduga menerima dana senilai 100 juta dolar AS atau sekitar 1,5 triliun rupiah dari mantan Raja Saudi Abdullah pada 2008. Dana itu masuk ke akun bank di Swiss milik salah satu yayasan yang berbasis di Panama.

Pada bulan yang sama, media Inggris The Daily Telegraph melaporkan Raja Felipe VI sebagai salah seorang penerima manfaat dari yayasan tersebut.

Mantan raja berusia 82 tahun itu dipuji karena dianggap telah mengembalikan demokrasi secara damai ke Spanyol setelah kematian diktator Francisco Franco pada 1975.

Tetapi akibat dinodai oleh skandal di tahun-tahun terakhir masa pemerintahannya, Juan Carlos pada tahun 2014 turun tahta demi putranya Felipe VI. Ia kehilangan imunitas yang diberikan oleh Konstitusi Spanyol kepada kepala negara. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: