NewsTicker

Kunjungan dan Aksi Sok Macron di Lebanon Banjir Kecaman di Twitter

Kunjungan dan Aksi Sok Macron di Lebanon Banjir Kecaman di Twitter Emmanuel Macron di Lebanon

Lebanon, ARRAHMAHNEWS.COM Kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Lebanon pasca ledakan dahsyat dan usulannya untuk membentuk kesepakatan politik di antara kelompok-kelompok Lebanon telah memicu kemarahan pengguna sosial Twitter dengan para pengguna yang mengkritik campur tangan Prancis dalam urusan internal Lebanon dan sikap sok era kolonialnya terhadap negara Arab itu.

Macron melakukan kunjungan mendadak ke ibu kota Lebanon yang dilanda bencana, Beirut, Kamis (06/08), pasca kota itu terguncang akibat ledakan mematikan yang menewaskan 145 orang dan melukai lebih dari 5.000 lainnya.

BACA JUGA:

Insiden mematikan itu juga menyebabkan sedikitnya 300.000 orang kehilangan rumah layak huni mereka, memperparah krisis di negara yang sudah dilanda krisis ekonomi akibat sanksi AS tersebut.

Selama kunjungan singkatnya, presiden Prancis itu menyerukan penyelidikan internasional atas ledakan dahsyat yang menimbulkan guncangan seismik yang dirasakan di seluruh kawasan, dan menyoroti urgensi reformasi anti-korupsi dan “perubahan politik” di Lebanon.

Jaringan berita televisi berbahasa Arab al-Mayadeen Lebanon mengatakan Macron, dalam pertemuan dengan Presiden Michel Aoun, mengancam para pejabat Lebanon dengan sanksi jika reformasi gagal dijalankan.

Macron juga menyerukan “pakta politik baru” di antara faksi-faksi politik Lebanon dan mengatakan dia telah mengusulkan peta jalan kepada otoritas Lebanon untuk membuka miliaran dolar dana dari komunitas internasional, dan bahwa dia akan kembali ke Lebanon pada bulan September untuk menindaklanjuti hal itu.

Pernyataan Macronitu  mendorong pengguna Twitter untuk bereaksi terhadap campur tangan Prancis dalam urusan internal Lebanon, yang memperoleh kemerdekaan dari kekuasaan kolonial Prancis lebih dari tujuh dekade lalu.

BACA JUGA:

Sementara itu, pernyataan campur tangan Macron dan pertemuannya dengan para pejabat tinggi Lebanon juga memicu sejumlah orang berunjuk rasa di seluruh negeri, dengan para pengunjuk rasa berdemo di jalan menuju gedung pemerintah dan parlemen.

Para pengunjuk rasa melempari pasukan keamanan dengan batu dan membakar ban, berteriak menentang elit politik.

Mereka juga mencoba menerobos hambatan keamanan di dekat parlemen dan merusak toko-toko, mendorong polisi Libanon untuk menembakkan gas air mata untuk membubarkan pengunjuk rasa di Beirut. Laporan media mengatakan pihak berwenang telah menangkap 16 orang sehubungan dengan insiden tragis tersebut.

Ledakan dahsyat pada hari Selasa terjadi di gudang pelabuhan yang menyimpan bahan yang sangat mudah meledak di dekat pusat Beirut. Rekaman video menangkap gelombang kejut yang bergerak cepat melintasi ratusan meter, yang pada dasarnya meratakan area tersebut. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: