NewsTicker

Aoun Tolak Penyelidikan Internasional Karena Takut Putar Balikkan Fakta

Aoun Tolak Penyelidikan Internasional Karena Takut Putar Balikkan Fakta Macron Tinjau Lokasi Ledakan Beirut

Lebanon, ARRAHMAHNEWS.COM Presiden Lebanon Michel Aoun menolak seruan untuk penyelidikan internasional atas ledakan kimia di pelabuhan Beirut yang mengguncang ibu kota negara itu, menyatakan bahwa upaya semacam itu dimaksudkan untuk “memutarbalikkan kebenaran”.

“Tidak ada artinya untuk putusan apapun jika terlalu lama untuk dikeluarkan dan pengadilan harus cepat, karena keadilan yang terlambat bukanlah keadilan”, kata Aoun kepada wartawan pada konferensi pers, Jumat (07/08).

BACA JUGA:

Ia menambahkan, “Sama seperti semua orang Lebanon, saya marah dengan ledakan yang terjadi di pelabuhan dan tujuan kami hari ini adalah untuk mengungkap kebenaran. Tidak ada yang bisa mendorong saya untuk melakukan kesalahan, tidak peduli apakah kita dalam keadaan perang atau damai, dan tidak ada yang bisa mencegah saya untuk mengungkapkan fakta”.

Aoun mencatat bahwa “Penghiburan nyata (untuk bangsa Lebanon) adalah ditegakkannya keadilan. Tidak ada pejabat senior atau pejabat rendah yang akan menikmati impunitas sehubungan dengan keadilan seperti itu”.

“Ada dua kemungkinan skenario untuk apa yang terjadi: itu adalah kelalaian atau campur tangan asing melalui rudal atau bom”, katanya, menekankan bahwa ia secara pribadi telah meminta timpalannya dari Prancis Emmanuel Macron untuk memberikan foto udara kepada pejabat Lebanon yang akan menentukan apakah ada pesawat atau rudal di wilayah udara Lebanon sebelum ledakan pelabuhan yang dahsyat itu.

BACA JUGA:

“Jika Prancis tidak memiliki foto-foto itu, kami akan memintanya dari negara lain”, ujar Aoun menambahkan. Pernyataan seperti itu menandai pertama kalinya seorang pejabat tinggi Lebanon mengemukakan kemungkinan bahwa pelabuhan Beirut telah diserang.

Presiden Lebanon juga menggarisbawahi bahwa 20 orang saat ini sedang diinterogasi sebagai bagian dari penyelidikan lokal atas insiden mematikan tersebut.

Sebelumnya, dalam kunjungan ke Lebanon pasca ledakan, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukan penyelidikan internasional atas tragedi mengerikan yang memporak-porandakan Lebanon pada Selasa (4/8) lalu. Macron mengklaim investigasi dari pihak luar yang independen diperlukan agar penyelidikan bisa transparan. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: