NewsTicker

Kontradiktif! Israel Klaim Tembak Jatuh Drone Pasca Sebut Sirene Berbunyi karena Alarm Palsu

Wilayah Israel

Israel, ARRAHMAHNEWS.COM Militer Israel mengeluarkan pernyataan berbeda dan saling bertentangan di hari yang sama mengenai peristiwa yang menyebabkan sirene peringatan roket dibunyikan di Israel utara, dekat perbatasan Lebanon, pada hari Jumat (07/08).

Militer pada awalnya menyatakan bahwa sirene peringatan itu dibunyikan karena ada laporan sebuah pesawat tak berawak (drone) telah memasuki Israel tapi kemudian diketahui bahwa laporan itu ternyata salah.

BACA JUGA:

Alarm terdengar di komunitas Avivim, Meron, Dovev, Hurfeish, Sassa, Netua, Fasuta dan Peki’in, Tzivon, Tzuriel dan Alkush.

Tapi kemudian pernyataan militer Israel itu berubah, dengan mengklaim bahwa mereka telah menembak jatuh drone pada Jumat dini hari, yang datang dari Lebanon, merubah klaim sebelumnya yang mengatakan bahwa laporan ada drone yang masuk adalah salah.

Pasukan Israel, katanya, “mengidentifikasi sebuah pesawat tak berawak yang menyusup ke wilayah udara Israel di daerah Gunung Hermon” di sepanjang perbatasan Lebanon.

Menurut militer, pasukan sedang melakukan pencarian di daerah itu, tetapi tidak ada indikasi mereka telah menemukan jejak drone yang diduga jatuh.

Insiden itu tampaknya mirip dengan apa yang terjadi pekan lalu, ketika Israel mengklaim telah menggagalkan infiltrasi oleh Hizbullah, tetapi kemudian diketahui bahwa klaim ini adalah palsu karena sesungguhnya itu hanya dua unit pasukan Israel sendiri yang salah mengenali satu sama lain sehingga terlibat saling tembak.

BACA JUGA:

Hizbullah mengatakan klaim menggagalkan infiltrasi Hizbullah yang tidak pernah ada itu “semua ditujukan untuk mengarang kemenangan palsu dan fiktif” demi  meningkatkan moral pasukan Israel.

Israel telah memindahkan unit militer khusus ke perbatasan utara untuk memperkuat pos terdepan mereka yang semakin tegang di sepanjang perbatasan Lebanon dan Suriah.

Pengerahan itu dilakukan untuk mengantisipasi pembalasan Hizbullah setelah serangan udara Israel menewaskan pejuang gerakan itu, Ali Kamel Mohsen, di Damaskus pada 20 Juli lalu. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: