NewsTicker

Pakistan Kecam Kebisuan Saudi atas Kekejaman India terhadap Muslim Kashmir

Pakistan Kecam Kebisuan Saudi atas Kekejaman India terhadap Muslim Kashmir Menlu Pakistan, Shah Mahmood Qureshi

Pakistan, ARRAHMAHNEWS.COM Pakistan mengatakan bahwa jika Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang dipimpin Arab Saudi gagal mengadakan pertemuan tentang masalah Kashmir yang umat Islam disana terus menerima kekejaman dari pemerintah India, maka Islamabad akan tetap mendesak diselenggarakannya pertemuan negara-negara Islam, dengan atau tanpa Riyadh.

Sebelumnya Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi pada hari Kamis (06/08) meminta Arab Saudi untuk mengadakan pertemuan dewan menteri luar negeri OKI.

BACA JUGA:

Jika Saudi menolak untuk “memainkan peran mereka, maka saya akan meminta Perdana Menteri Imran Khan untuk terus maju dengan atau tanpa Arab Saudi,” katanya.

Islamabad “akan dipaksa untuk meminta perdana menteri mengadakan pertemuan negara-negara Islam yang siap untuk berdiri bersama kami tentang masalah Kashmir dan mendukung Muslim Kashmir yang tertindas”.

Apakah pernyataan ini merupakan pertanda memburuknya hubungan antara Pakistan dan Arab Saudi atau tidak, yang jelas pengumuman itu tentu saja merupakan kesaksian bagaimana kerajaan terus terisolasi akibat meningkatnya kekecewaan negara-negara Muslim atas kemesraan hubungan Riyadh dengan Israel, rezim pendudukan yang memiliki hubungan sangat dekat dengan India, musuh Pakistan.

Pakistan, yang terlibat dalam perselisihan dengan India mengenai Kashmir, telah lama mendorong pertemuan para menteri luar negeri dari blok beranggotakan 57 negara Muslim, yang merupakan badan antar pemerintah terbesar kedua setelah PBB itu.

BACA JUGA:

Namun Riyadh selalu menolak permintaan Pakistan tersebut. Qureshi selanjutnya meminta OKI untuk menyatakan pendiriannya terkait masalah Kashmir.

Pakistan adalah anggota pendiri OKI dan telah lama menjalin hubungan kerja sama dengan negara-negara anggota blok tersebut.

Tahun lalu, Islamabad terpaksa melewatkan pertemuan puncak negara-negara Muslim di ibu kota Malaysia, Kuala Lumpur, dihadiri oleh Presiden Iran Hassan Rouhani dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Qureshi mengakui bahwa Pakistan tak menghadiri KTT tiga hari itu tahun lalu karena berada di bawah tekanan Riyadh. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: