NewsTicker

Mantan Militer AS yang Coba Culik Maduro Dijatuhi Hukuman 20 Tahun Penjara

Mantan Militer AS yang Coba Culik Maduro Dijatuhi Hukuman 20 Tahun Penjara Mantan Militer AS Coba Culik Maduro

Venezuela, ARRAHMAHNEWS.COM Dua mantan pasukan khusus militer AS, yang ditangkap dalam upaya untuk menyusup ke Venezuela untuk menculik Presiden Nicolas Maduro,  dijatuhi hukuman 20 tahun penjara.

Kepala jaksa Venezuela mengumumkan hukuman yang diberikan kepada Luke Denman (34 tahun) dan Airan Berry (41 tahun) atas peran mereka dalam operasi gagal tersebut. Mereka didakwa bertujuan untuk menculik pemimpin terpilih negara itu dan menerbangkannya ke AS.

BACA JUGA:

RT melaporkan bahwa menurut Tarek William Saab, pasangan itu, yang keduanya merupakan mantan perwira militer AS, pegawai sebuah perusahaan militer swasta AS, mengakui kejahatan konspirasi, perdagangan senjata dan terorisme, dan masing-masing dijatuhi hukuman lebih dari 20 tahun penjara.

Denman dan Berr, keduanya, ditangkap pada bulan Mei bersama dengan sekelompok prajurit yang mereka bantu latih setelah mencoba menyusup ke Venezuela dengan kapal dari wilayah Kolombia. Menurut laporan mereka berencana untuk menculik Presiden Maduro, merebut kendali bandara di Caracas dan menerbangkan pemimpin Venezuela itu ke AS.

Firma keamanan yang berbasis di Florida, Silvercorp USA, menyiapkan operasi yang disebut ‘Operasi Gideon’ itu untuk pergantian rezim di Venezuela. Tapi karena gagal, operasi itu mendapat julukan ‘Bay of Piglets’ di media, merujuk pada invasi gagal yang didukung AS tahun 1961 ke Kuba oleh Pasukan  anti-Castro.

BACA JUGA:

Kepala perusahaan, Jordan Goudreau, menerbitkan kontrak yang telah ditandatangani Silvercorp dengan ‘presiden yang memproklamirkan diri sendiri dukungan AS, Juan Guaido, untuk melakukan serangan dan menggulingkan pemerintah Venezuela. Setelah kontrak itu tersebar, Guaido menyangkalnya dan menyebut kertas itu palsu.

Baik Guaido dan pemerintah AS, yang mengakuinya sebagai presiden sah Venezuela dan telah menawarkan hadiah 15 juta dolar untuk penangkapan Maduro, membantah terlibat dalam operasi naas tersebut. Washington telah membantu Guaido secara finansial dan diplomatik sejak ia mengumumkan klaimnya sebagai presiden pada Januari 2019. Berbagai upaya mereka untuk merebut kekuasaan di Venezuela sejauh ini tidak berhasil. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: