NewsTicker

Media AS: Kemitraan Iran-China “Mimpi Buruk” Barat

Media AS: Kemitraan Iran-China Bendera China dan Iran

Amerika Serikat, ARRAHMAHNEWS.COM Sebuah publikasi berita Amerika mengatakan bahwa potensi kemitraan strategis jangka panjang antara Iran dan China akan menggagalkan plot Barat untuk melawan kedua negara.

Situs Foreign Policy dalam sebuah laporan pada hari Minggu (09/08) mengatakan bahwa perjanjian tersebut dapat menjadi “jalur kehidupan ekonomi” baru bagi Iran, menyelamatkan ekonominya yang ditargetkan oleh sanksi keras Amerika, mencatat bahwa pakta tersebut akan memastikan penjualan minyak dan gas Iran ke China.

“Kesepakatan itu dapat memberi keseimbangan yang menguntungkan Iran dalam setiap kemungkinan negosiasi di masa depan dengan Barat,” tambahnya.

BACA JUGA:

Menurut laporan, kemitraan baru ini membuktikan bahwa apa yang disebut “tekanan maksimum” pemerintahan Presiden AS Donald Trump terhadap Iran telah gagal. Kesepakatan itu, katanya, dapat membahayakan kemungkinan kemenangan Partai Republik dalam pemilihan presiden November 2020 karena gagal memaksa Teheran untuk menyerah dan justru semakin memperkuat hubungan Iran-China.

AS meluncurkan apa yang disebut kampanye tekanan maksimum terhadap Iran pada 2018, setelah secara sepihak membatalkan perjanjian nuklir 2015, yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA).

Setelah mundur, Washington menargetkan negara Iran dengan sanksi ekonomi “terberat yang pernah ada”.

Publikasi AS itu, Foreign Policy, mengatakan bahwa pakta tersebut juga akan sangat bermanfaat bagi China karena akan membantu Beijing menjamin keamanan energinya, merujuk pada kekhawatiran Beijing bahwa AS dapat menekan negara-negara Arab di kawasan untuk tidak memasok mereka dengan minyak, kebutuhan utamanya di tengah perang perdagangan yang semakin intensif antara dua ekonomi terbesar dunia.

Publikasi berita itu menggambarkan kemitraan strategis yang komprehensif dengan Iran sebagai “perlindungan sekaligus asuransi kebijakan ” yang menguntungkan China.

Pemerintahan Trump mengambil sikap anti-China yang keras segera setelah menjabat pada tahun 2017. Washington telah bentrok dengan Beijing terkait perdagangan, Laut China Selatan, Taiwan, Hong Kong, dan pandemi virus korona.

BACA JUGA:

Majalah AS itu mengatakan bahwa kemitraan strategis China-Iran akan mempengaruhi persaingan kekuatan besar antara AS dan China, memberi Beijing tempat besandar baru yang dapat menantang kekuatan AS di tengah kepentingan geopolitik dan ekonomi Timur Tengah.

Disebutkan bahwa kesepakatan itu dapat meningkatkan stabilitas di kawasan, tidak seperti AS, yang diuntungkan dari persaingan dan perpecahan di kawasan.

“Kemitraan China-Iran pada akhirnya dapat membentuk kembali lanskap keamanan kawasan dengan mempromosikan stabilitas melalui pendekatan perdamaian pembangunan China.”

Iran dan China telah sepakat untuk mengembangkan peta jalan 25 tahun untuk kemitraan strategis, dengan gagasan yang pertama kali digagas pada tahun 1990-an, tetapi kedua belah pihak belum menyelesaikannya untuk diterapkan.

Hubungan antara Iran dan China ada di sepanjang Jalur Sutra kuno, tetapi kesepakatan ini menjadi kesepakatan strategis yang signifikan karena kedua negara sama-sama menjadi target kebijakan bermusuhan Barat, mendorong Teheran dan Beijing menjadi semacam aliansi. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: