NewsTicker

PBB Kecam Serangan Udara Saudi yang Tewaskan 9 Anak di Yaman Utara

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COM – Seorang pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa mengecam serangan udara di Yaman utara yang telah menewaskan sebanyak sembilan anak di Yaman Utara, menekankan bahwa ini adalah serangan ketiga dengan anak-anak menjadi korban tewas dalam jumlah signifikan bulan ini.

Lise Grande, koordinator kemanusiaan PBB untuk Yaman, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat bahwa sekelompok wanita dan anak-anak menjadi sasaran serangan udara Arab Saudi dan koalisinya saat mereka melakukan perjalanan melalui jalan darat pada hari sebelumnya.

Serangan itu “mengejutkan dan sama sekali, sepenuhnya tidak dapat diterima,” kata Grande.

Kementerian kesehatan di Sana’a, mengatakan pada hari Kamis bahwa koalisi militer pimpinan Saudi melakukan enam serangan udara di provinsi Jawf di pegunungan utara Yaman. Dikatakan penghitungan awal menunjukkan lebih dari 20 orang tewas, kebanyakan wanita dan anak-anak.

Baca: Warga Yaman Gelar Demo Akbar, Kecam Kebungkaman Dunia atas Agresi Saudi

Koalisi agresi Saudi yang telah melancarkan agresi ke negara termiskin di semenanjung Arab itu selama bertahun-tahun, telah menuai kecaman internasional atas serangan demi serangan udara mereka yang melanda sekolah, rumah sakit dan pesta pernikahan, menewaskan ribuan warga sipil.

Pada 14 Juli, PBB melaporkan bahwa serangan udara koalisi Saudi di provinsi Hajjah menewaskan tujuh anak, beberapa di antaranya berusia dua tahun.

Keesokan harinya, Houthi dan pekerja bantuan melaporkan serangan udara oleh koalisi yang menghantam perayaan di Jawf untuk penyunatan bayi laki-laki yang baru lahir, menewaskan sedikitnya 10 warga sipil, termasuk enam anak dan dua wanita.

Baca: Koalisi Saudi Lancarkan 600 Serangan Udara ke Yaman, Ma’rib Terparah

Konflik Yaman meletus pada akhir 2014 ketika gerakan rakyat Houthi Ansharullah menguasai sebagian besar wilayah utara dan memaksa Presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi yang mendapat krtitik luas dari rakyat untuk mundur dan melarikan diri ke Arab Saudi, tempat sekutunya.

Tahun berikutnya, Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya membentuk koalisi untuk menyerang Yaman guna mengembalikan kekuasaan kepada sekutu mereka, Hadi, dan melawan Houthi. Serangan agresi dilakukan secara brutal dan terus menerus ke target-target sipil Yaman, menjadikan negara itu sebagai negara dengan krisis kemanusiaan terburuk di dunia. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: