NewsTicker

IRGC: Tak Ada Pejabat AS yang Cukup Berharga untuk Jadi Tebusan Langsung Jenderal Soleimani

IRGC: Tak Ada Pejabat AS yang Cukup Berharga untuk Jadi Tebusan Langsung Jenderal Soleimani Foto almarhum Jenderal Qassem Soleimani

Iran, ARRAHMAHNEWS.COM Wakil Komandan Korps Pengawal Revolusi Islam Iran Bidang Politik, Brigjen Yadollah Javani, mengatakan bahwa tidak ada pejabat AS yang cukup berharga untuk dijadikan sasaran sebagai tebusan langsung atas pembunuhan Panglima Pasukan Quds IRGC yang syahid, Letnan Jenderal Qassem Soleimani.

“Mengingat nilai intrinsik Haji Qassem, tidak mungkin menemukan orang yang sama berharganya [di antara pejabat militer AS]; dia sangat berharga bagi [front] Perlawanan sehingga kami tidak dapat menemukan orang yang serupa untuk dijadikan sasaran pembalasan, ”kata Jenderal Javani.

“Untuk pembalasan yang keras atas pembunuhan Jenderal Soleimani, AS harus diusir dari kawasan,” tambahnya, sambil berkata, “Oleh karena itu, kita harus fokus pada hasil.”

BACA JUGA:

Jenderal Javani juga mencatat apa yang terjadi akibat dari pembunuhan Jenderal Soleimani, dan mengatakan bahwa setelah serangan teror itu, percepatan keruntuhan rezim Zionis dibahas, dan kelompok perlawanan Palestina telah menunjukkan tekad yang lebih besar untuk mengalahkan Israel, dan parlemen Irak menyetujui RUU untuk mengusir pasukan AS.

Pekan lalu, Komandan Korps Pengawal Revolusi Islam Iran, Mayjen Hossein Salami kembali menggarisbawahi bahwa Iran pasti akan membalas pembunuhan AS terhadap Panglima Jenderal Soleimani.

“Tentu saja, kita akan membalas dendam atas darahnya,” kata Jenderal Salami, berpidato di sebuah upacara di Teheran.

“Kita akan melanjutkan jalan suci yang dia jalani, sampai akhir tanpa henti, yaitu Insya Allah, kebebasan al-Quds yang suci, matinya musuh-musuh Islam dan pengusiran mereka dari wilayah Muslim,” tambahnya.

BACA JUGA:

Letnan Jenderal Soleimani gugur dalam serangan pesawat tak berawak AS di Bandara Internasional Baghdad di Irak pada 3 Januari.

Serangan udara itu juga menewaskan Wakil Komandan Pasukan Mobilisasi Populer Irak [PMU] Abu Mahdi al-Muhandis. Keduanya gugur dalam serangan udara Amerika yang menargetkan kendaraan mereka di jalan menuju bandara.

Lima orang Iran dan lima orang militer Irak juga gugur oleh rudal yang ditembakkan oleh pesawat tak berawak AS di Bandara Internasional Baghdad tersebut.

Sementara itu, Iran mengumumkan pada akhir Juni bahwa mereka telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk 36 pejabat AS dan pejabat negara lain yang terlibat dalam pembunuhan Jenderal Soleimani.

“36 individu yang telah terlibat atau memerintahkan pembunuhan haji Qassem, termasuk pejabat politik dan militer AS dan pemerintah lainnya, telah diidentifikasi, dan surat perintah penangkapan telah dikeluarkan untuk mereka oleh pejabat pengadilan dan ‘red notice’ juga telah dikeluarkan untuk mereka melalui Interpol,” kata Jaksa Agung Tehran Ali Alqasi Mehr saat itu.

Ia mengatakan bahwa individu yang dituntut telah didakwa melakukan pembunuhan dan tindakan terorisme, menambahkan bahwa Presiden AS Donald Trump berada di daftar teratas dan akan dituntut segera setelah dia mundur dari kursi kepresidenan setelah masa jabatannya berakhir. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: